Electric car charging Sergei Fadeichev/Getty Images

Dunia Tanpa Knalpot

SAN JOSÉ –Mobilitas yang efisien merupakan hal yang penting bagi masyarakat manapun. Ketika jaringan transportasi berfungsi dengan baik, hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan, secara harafiah, bisa menyatukan masyarakat. Namun di banyak belahan dunia, mobilitas adalah permasalahan hidup dan mati; karena tidak ramah lingkungan, tidak aman, dan kacau. Polusi dan kemacetan yang diakibatkan oleh truk, bus dan mobil adalah bahaya yang dihadapi oleh jutaan orang setiap harinya, khususnya yang berada di negara berkembang.     

The Year Ahead 2018

The world’s leading thinkers and policymakers examine what’s come apart in the past year, and anticipate what will define the year ahead.

Order now

Untungnya, perubahan besar akan terjadi terhadap mobilitas manusia. Untuk pertama kalinya sejak pertengahan abad kesembilan belas, ketika mesin pembakaran dalam modern ditemukan, akhir penggunaan mesin ini kini mulai terlihat. Produsen mobil telah mengumumkan rencana untuk memproduksi sejumlah model mobil listrik, dan para politisi di beberapa negara di Eropa juga telah menetapkan akhir penggunaan mobil berbahan bakar bensin dan diesel, dan para pemimpin di India dan Tiongkok juga bercita-cita untuk melakukan hal yang sama.    

Perusahaan diseluruh dunia juga membuat perkiraan optimis bahwa mobilitas listrik adalah masa depan transportasi. Bahkan mereka yang paling dirugikan dari peralihan dari bahan bakar fosil memahami bahwa kendaraan listrik (EV/Electric Vehicle) adalah sesuatu yang tidak bisa dielakkan. Pada bulan Juli, bahkan Ben van Beurden, CEO Shell, mengakui bahwa mobil berikutnya yang ia akan beli adalah mobil listrik. 

Semakin banyak orang mempunyai kesimpulan yang sama, dan kami yang memperjuangkan EV sebagai salah satu solusi terhadap perubahan iklim optimis bahwa titik balik sudah dekat. Penjualan mobil listrik telah meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir; tercatat sebanyak 750,000 unit mobil listrik pada tahun 2016, - hampir setengah dari jumlah tersebut berada di Tiongkok.

Namun, sudah merupakan sikap dasar manusia untuk menolak perubahan, dan banyak calon pembeli yang masih ragu-ragu. Ini adalah alasan mengapa mengatasi bias konsumsi harus menjadi prioritas utama dalam beberapa tahun kedepan. Beberapa perubahan diperlukan untuk menjamin terus meningkatnya pertumbuhan penggunaan dan penjualan EV.

Sebagai permulaan, konsumen harus mematahkan keyakinan bahwa mobilitas tanpa emisi hanya merupakan milik orang-orang kaya di negara maju. Setiap tahun, 6.5 juta orang meninggal karena udara yang tercemar, dan 92% dari populasi dunia hidup di daerah dimana kualitas udara tidak aman untuk bernapas. Emisi kendaraan adalah penyumbang utama dari polusi udara dimanapun. Investasi terhadap mobilitas dan infrastruktur listrik – termasuk transportasi umum yang berbahan bakar listrik, stasiun pengisian listrik, dan program berbagi mobil listrik – akan membantu, bukan merugikan, pembangunan.

Dukungan untuk investasi semacam ini membutuhkan penolakan masyarakat akan janji bahan bakar fosil “yang ramah lingkungan”. Beberapa pejabat industri bahan bakar fosil bersikeras bahwa mobil listrik belum siap untuk dipasarkan secara massal, dan bahwa solusi yang lebih baik adalah untuk membangun mesin berbahan bakar bensin dan diesel yang lebih efisien. Ini adalah hal yang paling sering kami dengar dari penjual mobil di Amerika Latin. Namun pandangan tersebut tidak benar dan juga hanya menguntungkan diri mereka sendiri.

Saya beruntung bisa merasakan secara langsung seperti apa mobilitas listrik, dan bagaimana hal tersebut lebih unggul dibandingkan mobil berbahan bakar bensin dan diesel. Saya telah bepergian sejauh ribuan mill melintasi beberapa negara dengan menggunakan mobil listrik. Begitu pengemudi merasakan teknologi yang ramah lingkungan, tidak berisik, dan bertenaga, sulit untuk kembali ke mobil biasa. Pemerintah dan kelompok konsumen dimanapun harus bekerjasama agar lebih banyak orang yang bisa mengemudikan kendaraan yang memberikan inspirasi ini.

Pada akhirnya, kita harus mengatasi ketidakseimbangan struktural yang terus terjadi dalam kebijakan transportasi kita. Secara sederhana, mereka yang paling menderita akibat mobilitas yang tidak ramah lingkungan seringkali adalah kelompok orang yang memiliki keterwakilan politis paling lemah. Misalnya saja, data dari Inggris menunjukkan bahwa kelompok termiskin seringkali harus berjalan atau naik bus. Oleh karena itu, pembangunan transportasi umum tanpa emisi jarang menjadi prioritas pemerintah. Untuk mempengaruhi mereka, para aktivis harus mempertajam pembelaan mereka mengenai manfaat mobilitas tanpa emisi, seperti dampak positif hal tersebut terhadap kesehatan masyarakat. 

Perubahan tentu memerlukan waktu. Di Kosta Rika, organisasi Saya berupaya untuk mendorong dunia usaha dan pemerintah untuk menandatangani “pakta mobilitas listrik” yang bertujuan untuk mendorong investasi untuk infrastruktur EV. Pada awal tahun 2018, kami akan membuka pendaftaran daring, dan pada akhir tahun depan, kami berupaya untuk mempunyai 100 organisasi pemerintah dan swasta dalam perjanjian ini. Dewan perwakilan di Kosta Rika juga memperdebatkan undang-undang untuk memberikan insentif pajak untuk transportasi listrik.    

Organisasi lain di Amerika Latin berupaya untuk menemukan cara mereka sendiri untuk medukung mobilitas listrik. Misalnya saja di Chile, dukungan terhadap upaya ini fokus pada tenaga surya dan kaitan antara pertambangan dan manufaktur EV.

Namun perubahan politis saja tidak akan mendorong percepatan perkembangan EV. Untuk melakukan hal tersebut, para konsumen harus betul-betul mempercayai narasi mobilitas ramah lingkungan. Di Kosta Rika, kami bangga dengan fakta bahwa hampir seluruh listrik kami diproduksi dari sumber energi terbarukan, termasuk tenaga air, tenaga panas bumi, dan angin. Hal ini memberikan kami insentif untuk memimpin transisi global dari kendaraan yang berbahan bakar fosil ke mobil, bus, dan kereta listrik. Kami sebagai orang Kosta Rika berjuang untuk mencapai “un país sin muflas” – yaitu sebuah negara tanpa pipa knalpot. Memperluas tujuan tersebut ke skala global merupakan sebuah tujuan utama.   

Yang pasti, upaya untuk melakukan peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik adalah sebuah perjuangan yang berat. Namun adanya teknologi baru, seperti baterai yang lebih baik dan stasiun pengisian ulang yang lebih cepat, akan membantu mempercepat transisi tersebut. Seperti yang diucapkan oleh CEO Shell, Saya juga percaya bahwa transisi ke mobilitas listrik tidak bisa dielakkan. Apa yang kita lihat sekarang hanyalah sebuah permulaan.     

http://prosyn.org/lAjdoIi/id;

Handpicked to read next

  1. Chris J Ratcliffe/Getty Images

    The Brexit Surrender

    European Union leaders meeting in Brussels have given the go-ahead to talks with Britain on post-Brexit trade relations. But, as European Council President Donald Tusk has said, the most difficult challenge – forging a workable deal that secures broad political support on both sides – still lies ahead.

  2. The Great US Tax Debate

    ROBERT J. BARRO vs. JASON FURMAN & LAWRENCE H. SUMMERS on the impact of the GOP tax  overhaul.


    • Congressional Republicans are finalizing a tax-reform package that will reshape the business environment by lowering the corporate-tax rate and overhauling deductions. 

    • But will the plan's far-reaching changes provide the boost to investment and growth that its backers promise?


    ROBERT J. BARRO | How US Corporate Tax Reform Will Boost Growth

    JASON FURMAN & LAWRENCE H. SUMMERS | Robert Barro's Tax Reform Advocacy: A Response

  3. Murdoch's Last Stand?

    Rupert Murdoch’s sale of 21st Century Fox’s entertainment assets to Disney for $66 billion may mark the end of the media mogul’s career, which will long be remembered for its corrosive effect on democratic discourse on both sides of the Atlantic. 

    From enabling the rise of Donald Trump to hacking the telephone of a murdered British schoolgirl, Murdoch’s media empire has staked its success on stoking populist rage.

  4. Bank of England Leon Neal/Getty Images

    The Dangerous Delusion of Price Stability

    Since the hyperinflation of the 1970s, which central banks were right to combat by whatever means necessary, maintaining positive but low inflation has become a monetary-policy obsession. But, because the world economy has changed dramatically since then, central bankers have started to miss the monetary-policy forest for the trees.

  5. Harvard’s Jeffrey Frankel Measures the GOP’s Tax Plan

    Jeffrey Frankel, a professor at Harvard University’s Kennedy School of Government and a former member of President Bill Clinton’s Council of Economic Advisers, outlines the five criteria he uses to judge the efficacy of tax reform efforts. And in his view, the US Republicans’ most recent offering fails miserably.

  6. A box containing viles of human embryonic Stem Cell cultures Sandy Huffaker/Getty Images

    The Holy Grail of Genetic Engineering

    CRISPR-Cas – a gene-editing technique that is far more precise and efficient than any that has come before it – is poised to change the world. But ensuring that those changes are positive – helping to fight tumors and mosquito-borne illnesses, for example – will require scientists to apply the utmost caution.

  7. The Year Ahead 2018

    The world’s leading thinkers and policymakers examine what’s come apart in the past year, and anticipate what will define the year ahead.

    Order now