0

Mengatasi Keterbatasan Data Layanan Kesehatan

BOSTON – Di tengah membludaknya informasi yang beredar di berbagai negara, dunia tidak luput dari lokasi yang mengalami kelangkaan informasi. Kelangkaan itu lah yang terkadang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Di ruang bersalin di fasilitas kesehatan masyarakat terbesar di Zanzibar, RS Mnazi Mmoja, data pasien dimuat di sebuah papan tulis. Informasi di papan berisikan jumlah ibu hamil, jenis dan tingkat keparahan kondisi pasien, serta pasien bertahan hidup dan meninggal dunia.

Erdogan

Whither Turkey?

Sinan Ülgen engages the views of Carl Bildt, Dani Rodrik, Marietje Schaake, and others on the future of one of the world’s most strategically important countries in the aftermath of July’s failed coup.

Lebih baik ada sedikit data daripada tidak sama sekali, tapi yang tersedia sekarang pun terlalu sedikit. Tidak ada informasi tanggal dan waktu, urutan kejadian, atau sistem pengarsipan jangka panjang. Belum lagi diberlakukannya larangan memfoto papan di RS, akibatnya umur informasi hanya bertahan sepanjang tulisan di papan tidak dihapus.

Cara Zanzibar menyikapi riwayat kesehatan juga ditemukan di negara lain. Bahkan, Zanzibar barangkali lebih berhati-hati dibandingkan negara-negara lain di Asia dan Afrika dimana sistem pengumpulan data tidak dikenal sama sekali.

Ketika sebuah negara mengalami defisit data, semua hal terkait dengan kebijakan, anggaran, dan strategi kesehatan masyarakat diputuskan berdasarkan kesesuaian politik atau perkiraan. Kadang estimasi tersebut benar, namun seringkali salah.

Kondisi ini merupakan tantangan besar bagi sistem pelayanan kesehatan di negara-negara berkembang. Pengumpulan informasi yang akurat terhadap seluruh pasien (sembari tetap menghormati privasi mereka) sangat vital untuk menelusuri risiko-risiko kesehatan, kelalaian selama perawatan, dan kesalahan medis, dan juga menjadi landasan pokok untuk pembahasan isu-isu pelayanan kesehatan secara terbuka atas hal-hal yang berpengaruh pada komunitas atau negara.

Berdasarkan analisis dimuat dalam British Medical Journal oleh Martin Makary dan Michael Daniel dari Johns Hopkins University School of Medicine, di Amerika Serikat, kesalahan medis berada di peringkat ketiga penyebab kematian, persis di bawah penyakit jantung dan kanker. Dalam konteks analisis mereka, kesalahan medis termasuk dokter yang tidak mumpuni, keputusan klinis yang buruk, miskomunikasi antar staf atau departemen, dan kesalahan diagnosis.

Tidak diragukan lagi, masalah tersebut tidak terbatas di Amerika Serikat saja. Manajemen layanan kesehatan di negara-negara berkembang sering dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang tidak bertambah mudah, misalnya rendahnya kapasitas teknis di kalangan manajemen rumah sakit, kekurangan jumlah staf, pelatihan yang kurang memadai, obat-obatan kualitas rendah, dan kebal hukum relatif jika terjadi kelalaian medis atau malpraktik. Sayangnya, kita memiliki keterbatasan data, kita tidak mengetahui dengan persis sejauh mana pengaruh faktor-faktor tersebut pada pelayanan kesehatan yang buruk dan kematian yang dapat dihindari (avoidable deaths) di negara-negara berkembang.

Selain potensi menyelamatkan jutaan bahkan miliaran nyawa, data yang terpercaya akan mengurangi kerugian, baik secara finansial maupun psikologis. Beban finansial yang timbul dari pelayanan kesehatan di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah relatif besar, meskipun sudah terdapat beberapa kemajuan dalam pemberantasan HIV, malaria, dan tuberkulosis. Di luar penyakit-penyakit tersebut, yang mana ada pengobatan dan pemetaan berkat kesadaran yang tinggi, banyak penyakit yang tidak diketahui dan terus merongrong layanan kesehatan bagi publik.

Memperoleh pemahaman atas penyebab-penyebab umum kematian adalah satu-satunya cara memperbaiki layanan kesehatan di tengah masyarakat dengan tingkat beban penyakit tinggi, struktur patriarkal, dan populasi penduduk pedesaan yang besar dan menyebar yang mengandalkan obat-obatan tradisional. Dalam kondisi seperti ini, interaksi pasien dan dokter relatif jarang, sehingga penting sekali untuk mengumpulkan riwayat medis mereka di setiap kesempatan.

Setiap komunitas memiliki kebutuhan layanan kesehatannya masing-masing, dan kemampuan mengidentifikasinya tentu bukan hal mudah. Tapi prosesnya bisa dimulai dengan tiga tahapan.

Langkah pertama adalah menggalakkan kesadaran masyarakat. Setiap orang ingin hidup sehat dan produktif bagi dirinya dan orang-orang terdekatnya, jadi mereka akan menyambut pengetahuan baru yang menggali penyebab warga sekitarnya meninggal dunia atau sakit. Dengan memanfaatkan bangkitnya jurnalisme warga dan media sosial, bahkan di negara-negara miskin, biaya kampanye kesadaran publik kini jauh lebih terjangkau.

Langkah kedua adalah merancang cara-cara pengumpulan data yang lebih baik. Mayoritas negara berkembang kekurangan dana, infrastruktur, dan pelatihan yang dibutuhkan untuk menggunakan alat pengumpulan data modern; namun bukan berarti mereka tidak bisa melakukan perbaikan yang signifikan. Sebagaimana ditunjukkan oleh Atul Gawande dari Harvard University’s School of Public Health, ceklis sederhana dinilai efektif dalam pengumpulan data dan pengambilan keputusan. Ketika profesional di bidang pelayanan kesehatan dan pembuat kebijakan mengetahui data apa yang berguna serta alasannya, mereka lebih mampu mengubah keluaran kesehatan masyarakat.

Support Project Syndicate’s mission

Project Syndicate needs your help to provide readers everywhere equal access to the ideas and debates shaping their lives.

Learn more

Langkah terakhir adalah membentuk sistem pengawasan yang transparan untuk memantau data yang dikumpulkan. Sejumlah data bisa jadi mengarah pada kesimpulan yang sulit secara politik atau counterintuitive, dan politisi mungkin tergoda untuk menyembunyikannya. Di era sosial media dan jurnal akses terbuka, kita harus menuntut data yang baru dikumpulkan agar tersedia bagi beragam kelompok yang melakukan riset isu-isu kesehatan masyarakat dan memberikan layanan kesehatan.

Pada akhirnya, kita mungkin tidak bisa mencegah kematian yang diakibatkan dari jenis penyakit tertentu. Tapi dengan tambahan informasi, kita lebih berdaya dan memiliki kendali untuk mencegah kematian yang disebabkan oleh sikap puas diri atau inkompentensi.