smiling children Jeff J Mitchell | getty images

Kuantum Kebahagiaan (A Quantum of Happiness)

DUBAI – Saya merasa senang bisa ikut merayakan Hari Bahagia Sedunia (International Day of Happiness) tahun ini. Tapi jujur saja, fokus saya terletak pada 364 hari lainnya. Bagaimanapun juga tugas pokok saya adalah mengupayakan terciptanya kebahagiaan untuk semua.

Sejumlah inisiatif dan upaya di seluruh dunia telah dijalankan untuk bergeser dari PDB dan data tentang sekolah atau jumlah tempat tidur di rumah sakit ketika mengukur keberhasilan negara dalam tata kelola dan pembangunan. Di negara yang telah menghabiskan lima dekade terakhir membangun ekonomi dari kondisi diam, pemerintah yang saya layani sekarang tahu persis bahwa angka-angka tersebut, meskipun menunjukkan bahwa pertumbuhan terus meningkat, tidak menceritakan gambaran yang utuh.

Pada tahun 2011, PBB menyerukan agar negara-negara anggota lebih menekankan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam upaya mewujudkan dan mengukur pembangunan sosial dan ekonomi. Sejak saat itu, banyak negara mulai menyadari bahwa menempatkan kebahagiaan sebagai inti tujuan tata kelola pemerintahan adalah tindakan yang masuk akal.

To continue reading, please log in or enter your email address.

To read this article from our archive, please log in or register now. After entering your email, you'll have access to two free articles every month. For unlimited access to Project Syndicate, subscribe now.

required

By proceeding, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy, which describes the personal data we collect and how we use it.

Log in

http://prosyn.org/XEBTH2l/id;

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated cookie policy and privacy policy.