South Korean President Moon Jae-in Jung Yeon-Je-Pool/Getty Images

Menuju Komunitas ASEAN yang Berorientasi Masyarakat

SEOUL – Saya bahagia bahwa pertemuan pertama Saya dengan para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara jatuh bertepatan dengan momen yang bersejarah: yaitu peringatan 50 tahun berdirinya ASEAN. Selama 50 tahun, tidak hanya negara Saya, Republik Korea, namun seluruh Asia telah mengalami perubahan total. Peran ASEAN dalam memanfaatkan dan meyebarkan dinamisme perekonomian telah menjadi bagian yang penting dalam kesuksesan wilayah ini.   

The Year Ahead 2018

The world’s leading thinkers and policymakers examine what’s come apart in the past year, and anticipate what will define the year ahead.

Order now

Bagi Korea, ASEAN selalu menjadi kawan yang spesial dan sangat berharga. Tahun lalu saja, sebanyak enam juta warga Korea berkunjung ke negara-negara ASEAN, baik untuk keperluan wisata maupun bisnis. Sekitar 500,000 warga negara anggota ASEAN kini tinggal dan bekerja di Korea, dan sekitar 300,000 warga Korea hidup dan bekerja di negara-negara ASEAN.

Ini adalah sebuah contoh mengapa hubungan Korea dan ASEAN lebih dari sekedar hubungan antar-pemerintahan. Hubungan kita terjalin semakin erat, melalui banyaknya kehidupan warga kita yang saling berhubungan.

Fakta ini tidaklah mengagetkan bagi siapapun. ASEAN 2025: Melangkah Maju Bersama, yang disahkan oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ke-27 pada bulan November 2015, menyatakan bahwa perhimpunan ini berupaya untuk menjadi “komunitas yang berpusat dan berorientasi pada masyarakat” yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang peduli dan berbagi yang inklusif dimana kesejahteraan, penghidupan dan kesejahteraan masyarakat ditingkatkan. 

“Mengutamakan masyarakat” telah menjadi filosofi politik Saya sejak lama, dan ini adalah visi yang sejalan dengan semangat “revolusi lilin” Korea yang menerangi dan menghangatkan musim dingin di Korea setahun yang lalu. Korea dan ASEAN memiliki filosofi yang sama yang menghargai masyarakat, dan hal ini akan menentukan jalan yang bisa dilalui oleh Korea dan ASEAN secara bersama-sama dimasa depan.

Sejak tahun 2010, Korea dan ASEAN telah mengambil langkah bersama yang signifikan sebagai mitra strategis. Namun sejauh ini, kerjasama Korea-ASEAN hanya terfokus pada kolaborasi pemerintah dalam bidang politik, keamanan dan perekonomian. Saya ingin membantu memajukan hubungan Korea-ASEAN dan pada saat yang sama menempatkan prioritas utama pada “masyarakat” – baik warga Korea maupun ASEAN. Visi Saya adalah untuk menciptakan komunitas yang “cinta damai, berpusat pada masyarakat dimana seluruh anggota mendapatkan keuntuangan dengan bekerja sama dengan ASEAN.  

Untuk mecapai visi ini Saya akan melakukan “diplomasi yang “berpusat pada masyarakat’. Oleh karena itu, mulai saat ini, kerjasama antara Korea dan ASEAN akan dikembangkan dengan cara yang menghormati opini masyarakat dari kedua belah pihak, mendapatkan kepercayaan mereka, dan mengajak partisipasi langsung dari warga negara kita.  

Untuk mencapai hal ini, dan dalam rangka memperingati perayaan 50 tahun ASEAN, kami telah menetapkan tahun ini sebagai “Tahun Pertukaran Budaya Korea-ASEAN” dan secara aktif mempromosikan berbagai pertukaran budaya dan hubungan antar individu. Pada bulan September lalu, Rumah Budaya ASEAN (ASEAN Culture Huose/ACH) dibuka di kota pelabuhan di bagian selatan Korea, yaitu Busan. ACH di Busan adalah yang pertama dibuka di negara mitra dialog ASEAN, dan diharapkan bahwa tempat ini dapat menjadi pusat pertukaran budaya dan interaksi individu antara Korea dan negara-negara anggota ASEAN. Pemerintahan Korea akan berupaya penuh untuk memperluas pertukaran ini, khususnya dikalangan generasi muda yang akan memimpin hubungan Korea-ASEAN dimasa depan.  

Kita juga harus berupaya untuk membangun komunitas yang damai dimana orang akan merasa aman. Di Asia, kita semua menghadapi ancaman senjata dan rudal nuklir dari Korea Utara, serta ancaman keamanan yang tidak tradisional, termasuk terorisme, ekstremisme dengan kekerasan, dan serangan siber terhadap bisnis, infrastruktur sosial dan kemasyarakatan, serta institusi resmi kita. Pemerintahan Korea akan berupaya untuk menjamin bahwa warga Korean dan ASEAN dapat menjalani hidup yang bahagia dan aman, yang berarti kerjasama dengan seluruh negara anggota ASEAN, baik pada tingkat bilateral dan multilateral, untuk mengatasi tantangan keamanan yang kita hadapi bersama-sama.

Pada akhirnya, Saya akan berupaya untuk mencapai kemakmuran bersama yang lebih besar yang menguntungkan masyarakat ASEAN dan Korea. Untuk memastikan keberlanjutan dari kerjasama yang berorientasi pada masyarakat, seluruh negara di wilayah ini harus tumbuh dan berkembang bersama. Menciptakan struktur bagi kemakmuran bersama memerlukan penurunan hambatan regional dan antar-negara untuk memfasilitasi aliran barang dan mempromosikan interaksi antar individu. Singkatnya, dinamisme ASEAN kini berkaitan dengan inklusifitasnya. 

Inilah sebab Korea akan secara aktif mendukung “Rencana Induk Konektivitas ASEAN 2025” dan “Inisiatif untuk Rencana Kerja Integrasi ASEAN (IAI)” dimana keduanya menyerukan peningkatan konektivitas antara perekonomian dan warga ASEAN. Kami juga akan mempercepat laju negosiasi untuk liberalisasi lebih lanjut dari Perjanjian Perdagangan Bebas Korea-ASEAN (FTA), untuk membuka jalan bagi pertumbuhan yang lebih bebas dan inklusif di wilayah ini.

Korea kini bersiap untuk musim dingin yang “panas”: yaitu Olimpiade dan Paralimpiade PyeongChang, yang akan diselenggarakan pada bulan Februari 2018. Persiapan kami difokuskan untuk memastikan bahwa kedua acara ini akan membawa pesan rekonsiliasi, perdamaian, saling pengertian dan kerjasama diseluruh dunia.

Saya dengan senang hati mengundang anda semua untuk menikmati musim dingin yang damai dan menyenangkan di PyeongChang, dan merasakan dinamisme yang melanda Korea dan ASEAN. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencari tahu dan menikmati persamaan yang dimiliki oleh Korea dan ASEAN.       

http://prosyn.org/6oJOk67/id;

Handpicked to read next

  1. An employee works at a chemical fiber weaving company VCG/Getty Images

    China in the Lead?

    For four decades, China has achieved unprecedented economic growth under a centralized, authoritarian political system, far outpacing growth in the Western liberal democracies. So, is Chinese President Xi Jinping right to double down on authoritarianism, and is the “China model” truly a viable rival to Western-style democratic capitalism?

  2. The assembly line at Ford Bill Pugliano/Getty Images

    Whither the Multilateral Trading System?

    The global economy today is dominated by three major players – China, the EU, and the US – with roughly equal trading volumes and limited incentive to fight for the rules-based global trading system. With cooperation unlikely, the world should prepare itself for the erosion of the World Trade Organization.

  3. Donald Trump Saul Loeb/Getty Images

    The Globalization of Our Discontent

    Globalization, which was supposed to benefit developed and developing countries alike, is now reviled almost everywhere, as the political backlash in Europe and the US has shown. The challenge is to minimize the risk that the backlash will intensify, and that starts by understanding – and avoiding – past mistakes.

  4. A general view of the Corn Market in the City of Manchester Christopher Furlong/Getty Images

    A Better British Story

    Despite all of the doom and gloom over the United Kingdom's impending withdrawal from the European Union, key manufacturing indicators are at their highest levels in four years, and the mood for investment may be improving. While parts of the UK are certainly weakening economically, others may finally be overcoming longstanding challenges.

  5. UK supermarket Waring Abbott/Getty Images

    The UK’s Multilateral Trade Future

    With Brexit looming, the UK has no choice but to redesign its future trading relationships. As a major producer of sophisticated components, its long-term trade strategy should focus on gaining deep and unfettered access to integrated cross-border supply chains – and that means adopting a multilateral approach.

  6. The Year Ahead 2018

    The world’s leading thinkers and policymakers examine what’s come apart in the past year, and anticipate what will define the year ahead.

    Order now