Solar panels in mountains David McNew/Getty Images

Low-Hanging Fruit pada Isu Perubahan Iklim

NEW YORK – Bulan depan, negara-negara peserta Protokol Montreal tentang Zat-zat yang Merusak Lapisan Ozon akan bertemu di Kigali, Rwanda, untuk mendiskusikan amendemen atas perjanjian yang bertujuan mengurangi dan menghapuskan penggunaan hidrofluorokarbon (HFC). HFC, salah satu dari enam kelompok gas rumah kaca “super”, umumnya dipakai pada pendingin ruangan dan lemari es atau mesin pendingin lainnya di seluruh dunia.

Amandemen tersebut akan menjadi anugerah bagi pembangunan berkelanjutan dan bisa menghambat pelepasan emisi penyebab perubahan iklim sebanyak 100-200 miliar ton pada akhir tahun 2050. Ini cukup memenuhi seperempat jalan dalam pencapaian target batas pemanasan suhu global 2º Celsius, sesuai kesepakatan yang diraih di Paris tahun 2015 lalu.

Protokol Montreal dirumuskan untuk memperbaiki lapisan ozon, sebagai pelindung kehidupan di dunia dari bahaya sinar ultraviolet yang mematikan. Sejauh ini, Protokol Montreal dinilai ampuh, terbukti dengan 100 bahan perusak ozon tidak lagi digunakan selama tiga dekade terakhir. Lapisan ozon sedang dalam penyembuhan dan berdasarkan perkiraan terkini, akan pulih pada tahun 2065, juga menghemat triliunan dolar biaya-biaya pelayanan kesehatan dan pertanian secara global.

To continue reading, please log in or enter your email address.

To read this article from our archive, please log in or register now. After entering your email, you'll have access to two free articles every month. For unlimited access to Project Syndicate, subscribe now.

required

By proceeding, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy, which describes the personal data we collect and how we use it.

Log in

http://prosyn.org/ZeDin5r/id;

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated cookie policy and privacy policy.