0

Inovasi Pelayanan Kesehatan di Negara-negara Selatan

DHAKA – Setiap hari terjadi kematian anak akibat penyakit-penyakit yang bisa dicegah dan diobati seperti diare dan pneumonia (paru-paru basah) yang mana mayoritas korban meninggal berada di negara-negara berkembang. Kebutuhan untuk menghasilkan solusi inovatif dan cost-effective bagi negara-negara yang memiliki keterbatasan sumber daya kini semakin mendesak.

Salah satu contohnya adalah pneumonia, penyakit yang menyebabkan 15% kematian pada anak di bawah 5 tahun – hampir satu juta anak – setiap tahunnya. Komponen utama pengobatan bagi anak-anak yang dirawat di RS karena menderita pneumonia akut adalah “bubble CPAP” (continuous positive airway pressure), yang mana sebuah kompresor mengalirkan oksigen kepada pasien, mempertahankan aliran udara konstan selama proses pengobatan.

Aleppo

A World Besieged

From Aleppo and North Korea to the European Commission and the Federal Reserve, the global order’s fracture points continue to deepen. Nina Khrushcheva, Stephen Roach, Nasser Saidi, and others assess the most important risks.

Di negara-negara maju, alat bantu nafas mekanik/ventilator merupakan alat bantu seperti bubble CPAP. Namun ventilator mekanik terlampau mahal bagi sistem kesehatan negara-negara berkembang, akibatnya jutaan pasien di negara-negara Selatan (Global South) tidak mampu mengakses bubble CPAP yang bisa menyelamatkan hidup mereka.

Tetapi melalui gabungan keahlian medis dan pemikiran inovatif, Jobayer Chisti, rekan saya di lembaga riset kesehatan icddr,b, mengembangkan alternatif sederhana dan terjangkau yang menggunakan bahan-bahan tersedia di negara-negara miskin sekalipun, seperti botol shampo kosong dan pipa/tabung plastik.

Tahun lalu, Chisti dan tim, bekerja sama dengan  rekan-rekan dari Australia serta dana yang disalurkan Australian Agency for International Development, telah melakukan uji klinis di Bangladesh guna membandingkan khasiat dari perangkat alternatif  yang dirancang terhadap terapi oksigen aliran rendah-tinggi yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia/WHO di negara-negara yang kekurangan sumber daya. Hasilnya sangat menginspirasi.

Pemakaian bubble CPAP dengan alat rendah biaya terbukti sama efektif dengan terapi oksigen aliran rendah-tinggi yang standar. Faktanya adalah hanya 4% bayi meninggal selama pengobatan dengan alat bubble CPAP yang baru dirancang, dibandingkan dengan 15% bayi meninggal selama pengobatan dengan terapi oksigen aliran rendah.

Dukungan bagi pengujian lanjutan atas pemakaian sistem alternatif bubble CPAP rancangan Chisti dan tim – termasuk penggunaannya di negara-negara yang tidak memiliki pengobatan alternatif – jelas ada. Jika pengujian di masa depan menunjukkan khasiat yang sama baiknya, bubble CPAP rendah biaya bisa menjadi pengobatan standar bagi penderita pneumonia di negara-negara yang kekurangan sumber daya dan menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahunnya.

Namun riset yang dilakukan Chisti berdampak lebih luas dibandingkan sekedar penemuan alat itu aja. Riset tersebut menegaskan sebuah gagasan, yang menjadi landasan motivasi saya memimpin Divisi Kesehatan Ibu dan Anak di icddr,b, bahwa inovator yang hidup dan bekerja di negara-negara yang berkekurangan itu lah yang paling andal dan berkeahlian untuk merancang dan menguji solusi-solusi kesehatan yang cost-effective. Bagaimanapun juga, orang yang paling memahami keterbatasan dalam sistem kesehatan yang lemah adalah orang yang bekerja di dalamnya.

Support Project Syndicate’s mission

Project Syndicate needs your help to provide readers everywhere equal access to the ideas and debates shaping their lives.

Learn more

Itu sebabnya fungsi dan peran lembaga-lembaga riset kesehatan dengan jaringan global dan berbasis di negara berkembang seperti icddr,b tidak ternilai. Lembaga tersebut menyediakan platform bagi peneliti dan inovator lokal untuk memanfaatkan peluang yang tidak pernah terpikirkan orang asing serta mengembangkan dan menilai gagasan mereka sesuai dengan peruntukannya.

Melalui data yang dikumpulkan, inovator bidang pelayanan kesehatan di negara-negara berkembang bisa mempersiapkan kemajuan-kemajuan klinis berikutnya untuk diwujudkan ke dalam kebijakan publik lingkup nasional, yang tidak hanya bisa diadopsi di negara asalnya tapi juga di negara lainnya. Hasilnya dapat mengubah kehidupan setiap warga terlantar dan miskin dimana pun mereka tinggal.