China marks world AIDS day VCG/Getty Images

Empat Cara untuk Mengalahkan HIV/AIDS

PITTSBURGH – Dalam perang melawan HIV/AIDS, terdapat beberapa cerita yang memberikan harapan dalam perjalanan panjang untuk memberantas penyakit tersebut dalam skala global. Pada tahun 2009, saya mendengar salah satu cerita tersebut di Tanzania. 

The Year Ahead 2018

The world’s leading thinkers and policymakers examine what’s come apart in the past year, and anticipate what will define the year ahead.

Order now

Ketika itu saya mengunjungi sebuah desa terpencil dan berbicara dengan seorang perempuan yang mengetahui bahwa dia positif mengidap HIV. Dia berkata bahwa pedoman kesehatan yang berlaku saat itu mengindikasikan bahwa dia tidak bisa menerima pengobatan hingga jumlah sel CD4 T pembantu (CD4 T-helper), yaitu sejenis sel darah putih yang digunakan oleh sistem imunitas, telah turun dibawah ambang batas tertentu.  

Setelah berjalan beberapa mill dan sampai di klinik untuk memeriksa jumlah sel darahnya, ia mengetahui bahwa mesin untuk melakukan tes tersebut rusak. Mesin tersebut masih rusak ketika dia menempuh perjalanan jauh untuk kedua kalinya ke klinik. Sebulan kemudian, pada kunjungan ketiga yang dilakukan dengan berjalan kaki, dia berhasil melakukan tes: hasil tes menunjukkan jumlah CD4 T yang jauh dibawah ambang batas. Dia harusnya mulai menerima pengobatan beberapa bulan sebelumnya.    

Sejak HIV/AIDS pertama kali ditemukan pada tahun 1984, penyakit ini telah merenggut 35 juta nyawa. Meskipun jumlah kematian sehubungan dengan penyakit ini telah berkurang separuh sejak puncaknya pada tahun 2005, masih banyak orang yang meninggal akibat penyakit yang bisa dicegah ini. Pada tahun 2016 saja, satu juta orang diseluruh dunia meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan HIV, dan terdapat 1.8 juta orang yang terinfeksi penyakit ini. Berlawanan dengan mitos yang ada, kita masih belum bisa mengatasi permasalahan AIDS. 

Hari AIDS Sedunia, yang jatuh pada tanggal 1 Desember, adalah kesempatan untuk mengenang jutaan korban, dan untuk mengukuhkan kembali komitmen untuk mengakhiri penyakit yang mematikan ini. Menurut UNAIDS, hanya 54% dari orang dewasa dan 43% dari anak-anak yang mengidap HIV menerima pengobatan antiretroviral yang menyelamatkan nyawa dan mencegah infeksi baru. Dengan banyaknya pasien yang tidak mendapatkan pengobatan, virus ini akan terus menyebar.

Sebagai CEO sebuah perusahaan farmasi global, saya bangga atas upaya yang kami telah lakukan untuk melawan HIV/AIDS diseluruh dunia. Saat ini, lebih dari delapan juta orang – yaitu hampir setengah dari seluruh pasien yang menerima pengobatan HIV di negara-negara berkembang – bergantung pada pengobatan antiretroviral yang kami produksi.

Namun bagi kita yang berada di lini depan perjuangan melawan HIV/AIDS, pekerjaan ini jauh dari kata selesai. Industri farmasi mempunyai tanggung jawab untuk memperluas akses terhadap pengujian dan pengobatan, dan untuk membantu menghentikan penyebaran HIV selamanya. Pemenuhan empat komitmen utama akan membantu mencapai tujuan ini.

Sebagai permulaan, perusahaan farmasi harus melakukan lebih banyak upaya untuk meningkatkan ketersediaan obat generik yang terjangkau. Perusahaan saya, Mylan, memperkenalkan pil generik yang diminum sehari sekali untuk negara-negara berkembang pada tahun 2009, dan kami terus mengurangi harga obat ini agar dapat dijangkau oleh lebih banyak orang. Dengan pengobatan ini saja, Mylan dan perusahaan penghasil obat generik lainnya, telah menghemat dana pemerintah Amerika, donor internasional, dan program kesehatan nasional, lebih dari $4.5 milyar setahun.

Namun pilihan pengobatan dapat lebih diperluas. Pada bulan September, Mylan mengumumkan kerjasama dengan UNAIDS, Bill & Melinda Gates Foundation, Clinton Health Access Initiative, dan mitra lainnya untuk memberikan pengobatan satu pil sehari generasi baru kepada pasien di lebih dari 90 negara berpendapatan rendah dan menengah dengan harga kurang dari $75 per tahun. Obat jenis ini umum digunakan di negara berpendapatan tinggi karena sedikitnya efek samping yang ditimbulkan. Inisiatif untuk menjadikan obat terjangkau semacam ini harus direplikasi.

Selanjutnya, produsen obat harus terus berinvestasi dalam kapasitas dan keandalan rantai pasokan. Sejak tahun 2005, jumlah orang yang mendapat pengobatan antiretroviral diseluruh dunia meningkat tajam, hingga mencapai 21 juta orang. Namun saat ini sekitar dua kali lipat orang terjangkit HIV. Selama dekade terakhir, Mylan telah menginvestasikan lebih dari $250 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi, dan kami kini memproduksi empat milyar tablet dan kapsul setiap tahunnya. Namun investasi lebih lanjut diperlukan jika kita ingin memberikan akses kepada 21 juta orang yang saat ini masih belum mendapatkan pengobatan.

Komitmen ketiga yang sangat dibutuhkan adalah untuk meningkatkan dukungan bagi penelitian yang mempercepat pengembangan inovasi baru dalam bidang pengobatan yang efektif dan efisien. Misalnya, Mylan menyediakan penelitian pengobatan untuk pengujian penelitian, seperti pengujian MaxART di Swaziland, yang menunjukkan bahwa pemberian pengobatan kepada seluruh orang yang positif mengidap HIV adalah cara terbaik untuk memperlambat penyebaran penyakit tersebut. Kami jua mendukung pengujian ENCORE1 oleh Kirby Institute, yang mengembangkan tipe obat dengan dosis yang lebih rendah untuk jenis pengobatan HIV yang paling sering digunakan. Dan kami saat ini sedang bekerjasama dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika sebagai bagian dari kemitraan yang disebut dengan OPTIMIZE, yang bertujuan untuk mempercepat akses terhadap pengobatan baru.   

Kami tidak memberikan dukungan kepada pengujian ini karena berharap akan mendapatkan hak paten – dan kami tidak akan mendapatkan hak tersebut. Namun, kami mendukung pengujian ini karena ini adalah cara yang baik untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki pengobatan.

Terakhir, manfaat nyata dalam melawan HIV/AIDS memerlukan perusahaan farmasi untuk menutupi keterbatasan sistem kesehatan dan jaringan distribusi di negara-negara berkembang dimana mereka beroperasi.

Pengobatan antiretroviral bagi anak-anak adalah contoh bagus dari tantangan yang ada. Obat untuk anak-anak yang diproduksi di negara-negara barat seringkali dalam bentuk cairan yang perlu pendingin. Namun negara-negara berkembang seringkali mempunyai keterbatasan kapasitas pendingin atau tidak mampu mendistribusikan cairan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, Mylan telah mengembangkan tablet yang tahan panas, tidak pahit, dan bisa ditabur yang dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam makanan. Para peneliti kami kini telah mengerjakan formula generasi baru, yang mirip dengan sebungkus gula yang bisa dikonsumsi oleh bayi yang baru lahir. Lebih banyak inovasi seperti ini diperlukan untuk memecahkan permasalahan spesifik yang dihadapi pasien-pasien di suatu negara.

Komunitas kesehatan global telah mencapai kemajuan yang luar biasa dalam melakukan perlawanan terhadap HIV/AIDS, dengan memperkenalkan produk baru dan mendukung pengobatan dini. Namun ketika saya ingat perempuan yang saya temui di Tanzania, saya teringat akan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan. Produsen obat generik mempunyai peran penting dalam perlawanan ini, dan kami tidak akan berhenti bekerja hingga setiap pasien bisa mendapatkan pengobatan yang mereka butuhkan.                   

http://prosyn.org/YK1Xfab/id;

Handpicked to read next