Skip to main content

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated Cookie policy, Privacy policy and Terms & Conditions

May and Merkel Leon Neal/Getty Images

Warga Negara Global, Pengelak Tanggung Jawab Nasional

CAMBRIDGE – Oktober lalu, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengejutkan banyak orang ketika beliau memperolok ide kewarganegaraan global. “Jika Anda berpikir bahwa Anda adalah warga negara global, maka Anda bukan warga negara manapun” ujar Theresa May.

Pernyataannya tersebut disambut dengan cercaan dan kekhawatiran dari media massa finansial dan komentator liberal;. “Bentuk kewarganegaraann yang paling bermanfaat saat ini adalah yang didedikasikan tidak hanya untuk kemakmuran sekelompok kecil orang, namun untuk seisi planet bumi”, komentar seorang analis atas pernyataan Perdana Menteri tersebut. The Economist menyebut pernyataan tersebut perubahan yang tidak liberal. Seorang akademisi menuduh Theresa May menolak nilai-nilai kebebasan dan kesetaraan dan memperingatkan bahwa pidatonya terdengar mirip dengan cara pandang anti-semitis pada tahun 1933.    

Saya tahu seperti apa bentuk dari warga negara global. Saya selalu melihatnya ketika saya bercermin. Saya tumbuh besar di satu negara, sekarang tinggal di negara yang berbeda, dan saya punya passpor dari kedua negara tersebut. Saya menulis tentang ekonomi global, dan pekerjaan Saya membawa Saya ke tempat-tempat yang sangat jauh. Saya menghabiskan lebih banyak waktu bepergian ke negara-negara lain dibandingkan di dua negara dimana Saya merupakan warga negaranya.  

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

Get unlimited access to PS premium content, including in-depth commentaries, book reviews, exclusive interviews, On Point, the Big Picture, the PS Archive, and our annual year-ahead magazine.

https://prosyn.org/XAMrJHdid;
  1. wei22_FABRICE COFFRINIAFP via Getty Images_WTOredlight Fabrice Coffrini/AFP via Getty Images

    How to Revive the WTO

    Shang-Jin Wei & Xinding Yu

    The World Trade Organization’s appellate body is under threat not from China, but from the United States, which is blocking the appointment of new judges to the panel. Reviving the WTO will require changes to the organization's rules – but killing its dispute-settlement system is not the solution.

    0
  2. ghosh16_Yawar NazirGetty Images_indiakashmirmuslimwoman Yawar Nazir/Getty Images

    The Rape of India’s Soul

    Jayati Ghosh

    India’s rapid descent into xenophobia, violence, and irrationality has an important economic dimension, but it takes politicians to channel these emotions into nationalism, and to embolden the nationalists to commit violence. Now that the BJP has done so, is it able – or willing – to exorcise the many demons it has unleashed?

    10