Chocolate shop Education Images/UIG via Getty Images

Tantangan Keberlanjutan bagi Industri Cokelat

HERSHEY, PENNSYLVANIA – Pada dekade 1970an dan 1980an, ketika perusahaan multinasional menyadari hubungan antara keberlanjutan dan kesuksesan bisnis, katalis utamanya adalah kerentanan, bukan altruisme. Tekanan dari konsumen, boikot politik, dan tuntutan hukum yang memerlukan banyak biaya merugikan keuangan perusahaan, dan kebijakan lingkungan hidup membantu melindungi perusahaan dari publisitas buruk dan melindungi para pemegang saham dari kerugian.

Saat ini, tanggung jawab sosial perusahaan dan keberlanjutan tidak lagi berdasarkan atas ketakutan perusahaan. Sebaliknya, kini keberlanjutan dipandang sebagai sebuah kebutuhan untuk masa depan. Hal ini terutama terjadi di industri yang bergantung pada pertanian – misalnya saja bisnis cokelat.

Ketika konsumsi cokelat berada pada angka yang paling tinggi dalam sejarah, perusahaan cokelat seperti tempat saya bekerja harus menikmati kesuksesan kami. Namun ada tantangan yang membayangi hal ini. Jika kita tidak bisa menghasilkan tanaman kakao yang lebih berkelanjutan, maka di masa depan kita mungkin harus menemukan makanan camilan favorit yang baru.

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

Get unlimited access to PS premium content, including in-depth commentaries, book reviews, exclusive interviews, On Point, the Big Picture, the PS Archive, and our annual year-ahead magazine.

http://prosyn.org/COnLhap/id;

Handpicked to read next

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated cookie policy and privacy policy.