Malaria Cris Bouroncle/Getty Images

Kemunculan Kembali Penyakit Malaria yang Ganas

SINGAPURA – Penurunan drastis angka kematian akibat malaria sejak awal abad ini merupakan salah satu kisah sukses terbaik di bidang kesehatan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Berkat investasi gabungan dalam pencegahan, diagnosis, dan pengobatan, angka kematian akibat penyakit ini berkurang 60% setiap tahunnya sejak tahun 2000 dan telah menyelamatkan lebih dari enam juta jiwa.

Meskipun impian mencapai penghapusan malaria nampaknya hampir menjadi kenyatan, tingginya penolakan terhadap obat-obatan kini mengancam kesuksesan besar ini. Penolakan terhadap obat anti malaria yang paling efektif yaitu artemisinin mulai hangat di Kamboja dan meluas ke kawasan Sungai Mekong.

Tanpa tindakan cepat dan efektif, bentuk baru penolakan terhadap malaria akan meluas – sebuah pola yang muncul dua kali pada beberapa jenis obat malaria yang terdahulu. Pemerintah, lembaga internasional, organisasi masyarakat sipil, dan industri harus menerapkan langkah-langkah urgen demi mencegah epidemi akibat resistensi malaria dan menghentikan timbulnya kejadian mematikan lainnya.

To continue reading, please log in or enter your email address.

To read this article from our archive, please log in or register now. After entering your email, you'll have access to two free articles every month. For unlimited access to Project Syndicate, subscribe now.

required

By proceeding, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy, which describes the personal data we collect and how we use it.

Log in

http://prosyn.org/Ekm0e7N/id;

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated cookie policy and privacy policy.