salman1_2_GettyImages502408988 Ilia Yefimovich/Getty Images

Pesan Harapan dari Bethlehem

BETHLEHEM – Sejarah yang kaya dari kota Bethlehem hanya dapat dihargai sepenuhnya dengan berjalan di jalan-jalan kota tersebut. Setiap tahun, kota ini memasuki rumah jutaan orang di seluruh dunia melalui gambar palungan sederhana tempat Yesus dilahirkan. Namun gambar tersebut tidak sebanding dengan pengalaman langsung mengunjungi Kota Tua tersebut. Mengunjungi Bethlehem merupakan sebuah pengalaman unik yang saya anjurkan semua orang untuk alami.        

Sayangnya, meskipun pengunjung ke Bethlehem telah meningkat selama setahun terakhir, banyak dari mereka tidak dapat menjelajahi kota dengan maksimal. Di bawah pendudukan Israel, tantangan yang menghambat perkembangan yang normal dari pariwisata Palestina telah mencegah ribuan orang untuk benar-benar merasakan apa yang ditawarkan oleh Bethlehem.     

Misalnya, saya sering mendengar dari para pendeta di Palestina bahwa, “di negeri ini, kami menerima banyak turis namun sangat sedikit peziarah.” Dengan kata lain, terdapat lebih banyak pengunjung yang ingin melihat benda mati dibandingkan yang hidup. Ini adalah sebuah konsekuensi dari monopoli Israel terhadap industri pariwisata. Israel mempunyai sedikit minat untuk mendorong pengunjung untuk berinteraksi dengan masyarakat Palestina atau mempelajari tentang warisan budaya mereka.  

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading and receive unfettered access to all content, subscribe now.

Subscribe

or

Unlock additional commentaries for FREE by registering.

Register

https://prosyn.org/LbNxsVWid