buiter13_DNY59Getty Images_modernmonetarytheory DNY59/Getty Images

Permasalahan Teori Moneter Modern

NEW YORK – Teori Moneter Modern (MMT) menawarkan kebenaran yang tidak utuh yang berbahaya dan menjadi menggoda ketika pemerintah sangat membutuhkan cara untuk memastikan perekonomian mereka tetap berjalan. Pernyataan dari Stephanie Kelton yang merupakan pendukung MMT baru-baru ini ke Financial Times adalah salah satu buktinya. Merujuk pada pemerintahan Partai Konservatif di Inggris saat ini, ia menyatakan bahwa, “Mereka akan punya defisit anggaran yang sangat besar. Dan hal ini tidak apa-apa.”

Masalahnya adalah meskipun pernyataan ini benar untuk saat ini, hal ini mungkin menjadi tidak benar di masa depan. Kita memang harus mengantisipasi bahwa tahun setelah lockdown COVID-19 berakhir adalah saat MMT mengalami kejatuhan – mungkin dimulai dari peningkatan inflasi di Inggris. Tapi, bahkan ketika dampak tersebut tidak terjadi, para pengambil kebijakan bermain api jika mereka percaya dengan pesan utama MMT, yang bisa diparafrasakan menjadi: “Defisit itu tidak penting. Tingkatkan saja belanja negara atau potong pajak, kemudian ambil keuntungan dari selisih yang terjadi.

Tentunya beberapa bagian dari MMT masuk akal. Teori ini melihat kas negara (atau kementerian keuangan) dan bank sentral sebagai komponen dari sebuah unit yang disebut negara. Kas negara adalah pemilik sesungguhnya dari bank sentral (atau, dengan kata lain, bank sentral adalah pengaman likuiditas kas negara), yang berarti kemandirian bank sentral adalah sebuah ilusi, khususnya sehubungan dengan operasi fiskal dan kuasi-fiskalnya.  

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

or

Register for FREE to access two premium articles per month.

Register

https://prosyn.org/zD8BZGzid