komlosy1_uzenzenGettyImages_robotpersonconflict uzenzen/GettyImages

Mengapa Kecerdasan Buatan Tidak Akan Menghilangkan Pekerjaan

WINA – Penyebaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di segala sektor perekonomian telah meningkatkan kemungkinan – dan bagi sebagian orang, kekhawatiran – bahwa mesin nantinya akan menggantikan tenaga kerja manusia. Kecerdasan buatan tidak hanya akan menjalankan porsi kegiatan mekanis yang semakin besar seperti yang telah kita lihat sejak revolusi industri pertama, namun juga melakukan koordinasi pekerjaan dengan berkomunikasi langsung antar mesin (yang disebut dengan Internet of Things).

Sebagian orang menyanjung terobosan-terobosan untuk mewujudkan mimpi manusia untuk terbebas dari kerja dan yang lain menyalahkan kecerdasan buatan karena menghambat manusia untuk merasakan kepuasan atas pekerjaannya dan menghilangkan penghasilan serta keuntungan lain yang didapat dari pekerjaan. Menurut yang menyalahkan, semakin banyak pekerjaan yang akan hilang, sehingga menyebabkan pengangguran masal walaupun permintaan akan ahli perancangan proses dan produk akan meningkat. Kajian mengenai kemungkinan pengaruh kecerdasan buatan dan peningkatan automasi pada pasar tenaga kerja tentunya masih sangat spekulatif, namun kita tidak boleh meremehkan kemungkinan konsekuensi teknologi baru terhadap lapangan kerja.     

Banyak pengamat, yang sangat khawatir, telah mendorong adanya penghasilan dasar tanpa syarat dan tanpa kerja untuk menghalau kemungkinan pemiskinan. Namun, sebelum ekonom dan pengambil kebijakan mulai menghitung untung-rugi penghasilan dasar umum, kita harus mempertanyakan premis atas masa depan tanpa kerja.

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

Get unlimited access to PS premium content, including in-depth commentaries, book reviews, exclusive interviews, On Point, the Big Picture, the PS Archive, and our annual year-ahead magazine.

https://prosyn.org/Xf94cOnid