16

Masa Depan penuh Kebahagiaan, Toleransi, dan Pemuda

DUBAI – Selama dua minggu terakhir, saya mendengar dan membaca banyak pertanyaan, komentar, dan pemberitaan tentang perubahan terbaru yang diberlakukan terhadap pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Mengapa semua orang bertanya-tanya, apa alasan kami membentuk Kementerian Negara Urusan Kebahagiaan, Toleransi, dan Masa Depan, dan kenapa kami menunjuk seseorang yang berusia 22 tahun sebagai Menteri Pemuda?

Perubahan ini mencerminkan hal-hal yang kami pelajari dari peristiwa di kawasan Timur Tengah selama lima tahun terakhir. Terutama, kami belajar bahwa kegagalan merespon aspirasi pemuda secara efektif, ketika jumlahnya lebih dari setengah populasi penduduk di negara-negara Arab, ibarat berenang melawan arus. Tanpa energi dan optimisme pemuda, masyarakat tidak dapat tumbuh dan berkembang, justru terancam hancur.

Ketika pemerintah memandang rendah pemuda dan menghambat jalan mereka menuju kehidupan yang lebih baik, pemerintah seperti membanting pintu di hadapan seluruh warga. Kami tidak lupa bahwa asal-usul terjadinya ketegangan di kawasan ini, peristiwa yang dijuluki “Arab Spring”, berakar dari terbatasnya kesempatan yang diberikan pada pemuda untuk mewujudkan mimpi dan ambisi mereka.

Kami bangga bahwa UEA adalah negara yang muda. Dan kami bangga atas para pemuda di negara ini. Kami berinvestasi dan memberdayakan mereka terutama karena mereka adalah masa depan kita. Kami yakin bahwa mereka mampu memperoleh dan memproses pengetahuan lebih cepat, karena mereka tumbuh dengan alat-alat dan teknik yang tidak kita miliki ketika seusia mereka. Kami mempercayakan mereka untuk mengarahkan negara menuju pertumbuhan dan perkembangan, itu sebabnya kami menunjuk seorang pemuda sebagai menteri di kabinet dan membentuk suatu dewan khusus urusan pemuda.