thiaw1_KAMBOU SIAAFP via Getty Images_biofuelfarmfieldworkers Kambou Sia/AFP via Getty Images

Mendukung Upaya Melawan Perubahan Iklim

BONN – Dalam menghadapi perubahan iklim, penyediaan pasokan energi terbarukan untuk semua yang membutuhkan adalah salah satu tantangan pembangunan terbesar di zaman kita. Pemenuhan komitmen komunitas internasional untuk menjaga tingkat pemanasan global di bawah 1.5-2°C, dibandingkan dengan tingkat di masa pra-industri, memerlukan ekspansi pengunaan bioenergi, penyimpanan dan penangkapan karbon, strategi mitigasi berbasis lahan seperti reboisasi, dan langkah-langkah lainnya.      

Masalahnya adalah solusi-solusi potensial tersebut tidak banyak dibicarakan oleh para pengambil kebijakan internasional. Dan para ahli memperkirakan kalau anggaran karbon global – yang merupakan jumlah karbon dioksida tambahan yang masih bisa kita hasilkan tanpa memicu perubahan iklim yang berpotensi bencana – akan habis dalam sepuluh tahun ke depan. Hal ini berarti ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan opsi bioenergi dan mitigasi berbasis lahan. Kita sudah punya ilmu pengetahuan untuk melakukan hal tersebut, dan semakin lama kita tunda, maka semakin besar kemungkinan metode-metode tersebut tidak bisa digunakan lagi.  

Energi terbarukan adalah pilihan terbaik untuk menghindari dampak paling merusak dari perubahan iklim. Selama enam dari tujuh tahun terakhir, pertumbuhan kapasitas energi terbarukan global telah melampaui energi non-terbarukan. Tapi meskipun energi tenaga surya dan angin juga mengalami pertumbuhan yang luar biasa, keduanya masih belum bisa memenuhi permintaan global.   

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

Get unlimited access to PS premium content, including in-depth commentaries, book reviews, exclusive interviews, On Point, the Big Picture, the PS Archive, and our annual year-ahead magazine.

https://prosyn.org/P52uPsoid