pairman1_RAUL ARBOLEDAAFP via Getty Images_midwifecolombia Raul Arboleda/AFP via Getty Images

Melindungi Bidan dan Ibu Selama Pandemi

THE HAGUE/WASHINGTON, DC – Ketika dunia berjuang membendung COVID-19, pekerja kesehatan global berada dalam tekanan yang semakin besar – dan layanan yang mengutamakan perempuan dan dipimpin oleh bidan berada dalam risiko yang lebih besar dari sebelumnya.   

Krisis yang sedang terjadi ini menekan fasilitas kesehatan hingga ke batas kemampuan mereka, seiring dengan terbatasnya staf dan sumber daya lain yang menyebabkan tekanan yang sangat besar pada pelayanan kesehatan. Cerita-cerita mengerikan dari para bidan yang berada di garis depan menyebabkan kekhawatiran mengenai hak asasi manusia, medikalisasi yang berlebihan dalam proses kelahiran, dan semakin meningkatnya tekanan bagi para bidan dan perempuan hamil. Dalam perjuangan membendung COVID-19, layanan untuk para calon ibu bukan menjadi sebuah prioritas.                           

Bidan memainkan peran yang sangat penting dalam kesehatan dan perlindungan perempuan selama proses persalinan. Pada tahun 2017, diperkirakan 295.000 perempuan di seluruh dunia meninggal karena hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan atau persalinan – sebagian besar dari perempuan-perempuan tersebut berada di negara berpendapatan rendah dan menengah rendah. Sebagian besar dari kematian tersebut bisa dicegah. Selama kondisi darurat kesehatan ini, kita harus memastikan bahwa layanan yang diberikan oleh para bidan bisa tetap berlangsung sebaik mungkin.     

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

or

Register for FREE to access two premium articles per month.

Register

https://prosyn.org/qCgyHEEid