6

Di Balik Angka Kemiskinan

ASUNCIÓN – Apa yang dimaksud dengan kemiskinan? Selama bertahun-tahun kita mendefinisikannya dengan angka, salah satunya menurut ukuran Bank Dunia adalah pendapatan pribadi lebih rendah dari $1,90 per hari. Namun angka saja tidak mampu menangkap seluruh kerumitan yang ada dalam isu kemiskinan. Mengukur lebih dari sekedar pendapatan sangat penting untuk memahami kebutuhan penduduk miskin dan memberikan bantuan yang optimal.

Ketika Bank Dunia menyelenggarakan Spring Meetings di Washington, DC pekan depan, kita berpeluang menetapkan ukuran kemiskinan yang mencakup dimensi sosial dan lingkungan hidup. Bank Dunia sudah mengakui bahwa standar lain di luar pendapatan harus dipertimbangkan dan baru-baru ini membentuk Komisi Pengentasan Kemiskinan Global untuk merumuskan rekomendasi beberapa metrik tambahan.

Erdogan

Whither Turkey?

Sinan Ülgen engages the views of Carl Bildt, Dani Rodrik, Marietje Schaake, and others on the future of one of the world’s most strategically important countries in the aftermath of July’s failed coup.

Meskipun beberapa lembaga publik dan swasta telah mengumpulkan data tentang berbagai isu yang mempengaruhi masyarakat miskin seperti gizi, kesehatan ibu, atau akses kepada pendidikan, informasi tersebut sebagian besar belum dimanfaatkan dan jarang dibagi ke lembaga lain. Namun masih ada harapan, termasuk Indeks Kemajuan Sosial, yang menyediakan kerangka kerja untuk mempelajari beberapa gejala kemiskinan suatu negara dan melengkapi ukuran yang lama yakni berbasiskan pendapatan.

Saat kita bergantung pada standar tunggal untuk mengukur kemiskinan, kita akan salah mendiagnosa kebutuhan masyarakat miskin. Di negara asal saya, Paraguay, saya bekerja dengan salah satu social enterprise terbesar, Fundación Paraguaya, yang menyalurkan kredit mikro dan menyediakan pendidikan dan pelatihan kepada ribuan warga miskin. Kami mempelajari 50 metrik dari enam ukuran kemiskinan, termasuk pendapatan, perumahan, pendidikan, dan infrastruktur.

Salah satu klien kami, Doña Mercedes, sekarang menjadi pengusaha mikro yang sukses dari salah satu pedesaan tidak jauh dari ibu kota di Asunción.  Ketika pertama kali bergabung dengan Fundación Paraguaya, ia hidup di rumah dengan satu kamar tidur bersama 16 anggota keluarganya dan menggunakan tungku api kecil di lantai yang beralaskan tanah. Sekarang ia memiliki lantai bersemen, rumah lapis bata merah, dapur tersendiri, dan tabungan berjumlah $500.

Melalui evaluasi diri tentang kemiskinan yang diterapkan Fundación Paraguaya, ia bisa memahami kebutuhan pribadinya secara lebih baik dan mengatasinya satu demi satu. Pendekatan tradisional umumnya berfokus pada memperkirakan sumber pengeluaran dan pendapatan rumah tangga, perangkat evaluasi diri milik Fundación Paraguaya membantu Doña Mercedes memisahkan kebutuhannya ke dalam 50 bidang yang berbeda yang dapat diperbaiki satu per satu dan dimonitor dari waktu ke waktu.

Misalnya, ia sendiri mengevaluasi kondisi kamar mandi dan dapurnya, kualitas makanan yang dikonsumsi, kesehatan gigi keluarganya, jumlah kamar tidur di rumah, dan bahkan tingkat kepercayaan diri dan kemampuan pengambilan keputusannya. Sebuah peta kemiskinan membantu melacak kemajuan yang dicapai dengan menggunakan tiga warna lampu lalu lintas, merah, kuning, dan hijau, dan menyoroti bidang-bidang prioritas. Ke depannya ia berniat menambah dua kamar tidur dan memperluas usahanya.

Fundación Paraguaya telah meniru keberhasilan ini di negara-negara lain. Di Tanzania, tempat saya bekerja selama tiga tahun dengan masyarakat pedesaan, kami membantu beberapa desa di dataran tinggi bagian selatan menggunakan indikator-indikator kemiskinan yang kami rumuskan sesuai konteks lokal untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sanitasi, dan listrik. Upaya serupa tengah dikembangkan di Afrika Selatan, Nigeria, Uganda, Cina, dan lain-lain.

Kita bisa mencapai kemajuan lebih besar dengan dukungan sektor publik. Fundación Paraguaya mengumpulkan rich datadari beberapa dimensi, melacak lebih dari 8.700 keluarga setiap tahunnya di Paraguay saja. Jika informasi ini bisa menjangkau pemerintah Paraguay – yang memiliki metode pengumpulan data sendiri – kita bisa mengidentifikasi kelompok-kelompok masyarakat miskin lebih cepat dan merancang program khusus untuk membantu masing-masing keluarga. Oleh karena informasi ini diperoleh dari pelaporan mandiri, kerja sama semacam ini dapat menghasilkan bantuan yang tepat sasaran dan menyoroti layanan publik tertentu yang diperlukan.

Selain itu, apabila Komisi Pengentasan Kemiskinan Global di bawah Bank Dunia mengadopsi langkah-langkah pengentasan kemiskinan yang bersifat multidimensional, ini akan memicu organisasi-organisasi lain untuk menghasilkan dan berbagi data tentang kemiskinan yang lebih rinci. Upaya ini dapat menciptakan peta kemiskinan dunia yang lebih komprehensif bagi pekerja sosial dan membantu peningkatan efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan di banyak negara.

Support Project Syndicate’s mission

Project Syndicate needs your help to provide readers everywhere equal access to the ideas and debates shaping their lives.

Learn more

Tentu tidak mudah memilih ukuran apa yang harus dimasukkan atau bahkan cara menetapkan tolak ukur yang universal; tapi mengadopsi beberapa ukuran dasar pun akan memicu perbaikan. Sudah terlalu lama ukuran dengan dimensi tunggal seperti pendapatan $1,90 per hari mengakibatkan diagnosa yang salah terhadap permasalahan warga miskin – terlebih lagi, akar penyebabnya. Kami mengetahui bahwa standar $1,90 per hari tidak bisa menggambarkan secara menyeluruh pergulatan kaum miskin di negara-negara seperti Paraguay.

Untungnya, Bank Dunia kini mengakui keterbatasan indikator berdasarkan pendapatan. Memastikan bahwa jenis bantuan yang tepat akan diterima oleh mereka yang paling membutuhkannya secara tepat waktu dan efektif akan tercipta ketika pembuat kebijakan di bidang pembangunan bisa memanfaatkan data kemiskinan yang multidimensional seperti yang dikumpulkan oleh lembaga penyalur bantuan seperti Fundación Paraguaya.