Carl Court/Getty Images

Menghentikan Perang terhadap Anak-anak

LONDON – Tepat dua puluh tahun lalu di bulan September, Majelis Umum PBB menerima laporan dari mantan Menteri Pendidikan Mozambique Graça Machel menguraikan dampak konflik bersenjata terhadap anak-anak. Melalui rincian gambaran suram serangan-serangan sistematis, termasuk pembunuhan, pemerkosaan, dan rekrutmen paksa ke dalam kelompok bersenjata, Machel menyimpulkan: “Ini kondisi yang mana harkat dan martabat yang mendasar hampir hilang sepenuhnya…mendekati jurang matinya nilai-nilai kemanusiaan.”

Machel salah. Bukan apa-apa, satu generasi setelahnya, kemanusiaan merosot semakin dalam dan moralitas semakin hampa. Anak-anak yang hidup di zona konflik menjadi target kekerasan yang merajalela dan ketentuan-ketentuan HAM yang ditetapkan PBB yang seharusnya melindungi mereka justru dilukai oleh impunitas.

Pada peringatan dua puluh tahun laporan Machel, komunitas internasional harus mengatakan cukup! dan menghentikan perang terhadap anak-anak.

To continue reading, please log in or enter your email address.

To read this article from our archive, please log in or register now. After entering your email, you'll have access to two free articles from our archive every month. For unlimited access to Project Syndicate, subscribe now.

required

By proceeding, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy, which describes the personal data we collect and how we use it.

Log in

http://prosyn.org/mLHAwHA/id;

Handpicked to read next

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated cookie policy and privacy policy.