Saudi development Syahrel Azha Hashim/Getty Images

Kemenangan dan Perjuangan Startup di Arab

DUBAI – Konferensi STEP yang baru-baru ini diselenggarakan di Dubai – konferensi bisnis/perusahaan startup terbesar di Timur Tengah dan Afrika Utara (dikenal dengan sebutan MENA) – menarik banyak perhatian. Ini menunjukkan tingkat kematangan startup di kawasan ini. Akan tetapi wirausaha di kawasan MENA (Middle East and North Africa) masih terbentur hambatan-hambatan struktural yang menghalangi kemajuannya.

Keberhasilan startup di Timur Tengah dan Afrika Utara tidak bisa diremehkan. Berdasarkan Wamda, sebuah platform akselerator regional, lebih dari lusinan startup – termasuk Bayt, Careem, MarkaVIP, Namshi, News Group, Propertyfinder, dan Wadi.com – sekarang memiliki valuasi lebih dari $100 juta. Souq.com, perusahaan yang didirikan tahun 2005 dan mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan, disebut sebagai “unicorn” pertama di kawasan MENA dengan valuasi di atas $1 miliar.

Namun tetap saja kondisi regional belum kondusif untuk memupuk pertumbuhan kewirausahaan. Di balik perang, terorisme, dan situasi politik yang bergejolak dan menghancurkan dunia Arab – ditambah lagi tantangan-tantangan yang biasa dihadapi wirausaha di luar Silicon Valley seperti keterbatasan modal risiko, SDM, atau infrastruktur – terdapat banyak persoalan struktural yang sudah mengakar.

To continue reading, please log in or enter your email address.

To continue reading, please log in or register now. After entering your email, you'll have access to two free articles every month. For unlimited access to Project Syndicate, subscribe now.

required

By proceeding, you are agreeing to our Terms and Conditions.

Log in

http://prosyn.org/N3uEsL3/id;

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated cookie policy and privacy policy.