Polio vaccination Pacific Press/Getty Images

Saat Populisme dapat Membunuh

LONDON – Sikap skeptis yang tidak beralasan mengenai vaksin di beberapa komunitas, baik di negara berkembang maupun negara maju, telah menjadi salah satu permasalahan serius dalam bidang kesehatan masyarakat. Dan sikap itulah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa penyakit menular yang dapat disembuhkan masih ada hingga saat ini.

Misalnya saja, upaya pemberantasan polio diseluruh dunia menjadi terhambat di negara-negara seperti Afganistan, Pakistan, dan Nigeria, dimana kepemimpinan militan Islam telah berdampak pada adanya peningkatan resistensi terhadap vaksinasi. Dan beberapa negara maju juga mengalami wabah campak dalam beberapa tahun terakhir karena adanya ketakutan mengenai dampak vaksinasi yang dimulai dengan terbitnya makalah palsu di Jurnal Medis Inggris, The Lancet, pada tahun 1998.

Baru-baru ini, sikap skeptis mengenai dampak kesehatan dan kemanjuran vaksin meningkat di negara-negara Eropa Selatan. Menurut penelitian pada tahun 2016, Yunani termasuk ke dalam sepuluh negara teratas di dunia dengan kepercayaan yang rendah terhadap keamanan vaksinasi. Dan, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Yunani, Andreas Xanthos, para pekerja kesehatan profesional semakin sering menemui kasus dimana orang tua takut untuk memvaksinasi anak mereka.   

To continue reading, please log in or enter your email address.

To access our archive, please log in or register now and read two articles from our archive every month for free. For unlimited access to our archive, as well as to the unrivaled analysis of PS On Point, subscribe now.

required

By proceeding, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy, which describes the personal data we collect and how we use it.

Log in

http://prosyn.org/6bBvtFk/id;

Handpicked to read next

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated cookie policy and privacy policy.