Water issues in Mexico Brent Stirton/Getty Images

Pengelolaan Air Adalah Pengelolaan Kesehatan

LONDON – Dengan kian cepatnya laju perubahan iklim dimana dampaknya memperburuk krisis geopolitik dan pembangunan yang lain, peran perlindungan lingkungan dalam melestarikan dan meningkatkan kesejahteraan manusia menjadi semakin jelas. Kesadaran ini berasal dari konsep “kesehatan bumi” yang fokus pada kesehatan peradaban manusia dan kondisi sistem alam yang menjadi landasannya.  

The Year Ahead 2018

The world’s leading thinkers and policymakers examine what’s come apart in the past year, and anticipate what will define the year ahead.

Order now

Logika dari konsep ini sederhana: jika kita berupaya untuk mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik pada populasi yang jumlahnya kian meningkat, tanpa mengindahkan kesehatan dan ketahanan sumber daya alam yang kita miliki, kita tidak hanya akan mengalami kesulitan dalam mencapai kemajuan, tapi juga dapat mengalami kemunduran dalam kemajuan yang telah tercapai. Namun, penerapan konsep ini tidak mudah, khususnya ketika menghadapi permasalahan layanan air bersih, kesehatan dan integritas ekosistem yang saling berhubungan.

Sejak paling tidak tahun 1854, ketika John Snow menemukan bahwa penyakit kolera menyebar melalui pasokan air yang terkontaminasi di pusat kota London, manusia telah memahami bahwa air yang tercemar memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Degradasi ekosistem air bersih seringkali mendatangkan penyakit, sementara perlindungan atau penguatan ekosistem tersebut meningkatkan keluaran kesehatan.

Tapi, meskipun terdapat pemahaman bahwa kemajuan dalam satu bidang akan meningkatkan keluaran dari bidang lain, dinamika yang saling menguntungkan tersebut tidak cukup untuk meningkatkan investasi dalam kedua bidang yang saling mendukung tersebut.

Misalnya, investasi untuk melindungi daerah aliran sungai juga dapat melindungi keanekaragaman hayati dan meningkatkan kualitas air di sungai tersebut, sehingga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Namun jika tujuannya secara eksplisit adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia, akan lebih hemat biaya untuk melakukan investasi pada pabrik pengelolaan air.

Dinamika yang lebih menarik adalah dinamika yang saling melengkapi: yaitu ketika investasi pada suatu bidang akan meningkatkan keuntungan investasi pada bidang lain. Dalam skenario ini, investasi dalam melindungi daerah aliran sungai tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan manfaat langsung, namun juga secara simultan meningkatkan keuntungan dari investasi dalam bidang kesehatan manusia. Hubungan saling melengkapi ini menghasilkan dinamika yang saling menguatkan dan meningkatkan keluaran di berbagai bidang.

Sektor air yang berfungsi dengan baik sudah berupaya untuk menyeimbangkan intervensi yang saling melengkapi. Memang benar bahwa sistem seperti ini merupakan sebuah kemenangan bagi kecerdikan dan kerja sama manusia dari berbagai latar belakang – yang berlatar belakang teknik, hidrologi, pemerintahan, dan perencanaan kota – dengan dampak intervensi yang jauh dan saling melengkapi pada bidang kesehatan manusia dan pembangunan ekonomi.

Pada tahun 1933, melalui Undang-undang Otoritas Lembah Tennessee , Amerika mendirikan badan yang bertujuan untuk membangun bendungan hidroelektrik di Sungai Tennessee. Upaya in menguntungkan bidang industri, pertanian, pengendalian banjir, dan pelestarian lingkungan diseluruh daerah aliran sungai Lembah Tennessee, yang pada saat itu merupakan salah satu wilayah paling terpinggirkan di Amerika.

Sejak saat itu, pemerintahan diseluruh dunia mengakui potensi infrastruktur air untuk melengkapi kebijakan perekonomian dan sosial lainnya, termasuk kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan keluaran kesehatan. Bukanlah suatu kebetulan bahwa salah satu portofolio terbesar Bank Dunia – yaitu investasi sebesar $35 miliar – mencakup proyek-proyek perairan.

Namun memahami potensi dari hubungan yang saling melengkapi ini hanyalah langkah awal. Untuk mencapai hasil yang maksimal, kita harus merancang strategi yang masuk akal yang memanfaatkan sepenuhnya dinamika ini dengan biaya yang serendah mungkin. Pertanyaannya adalah apakah ada persentase optimal dari perlindungan lingkungan dan intervensi kesehatan langsung yang bisa digunakan oleh para pembuat kebijakan untuk memaksimalkan keuntungan investasi dari kedua hal tersebut. 

Sebuah analisa baru-baru ini menemukan bahwa pada wilayah pedesaan, peningkatan sebesar 30% dari tutupan pepohonan berdampak pada penurunan sebesar 4% atas kemungkinan penyakit diare pada anak-anak – dimana hasil ini bisa disetarakan dengan peningkatan investasi pada fasilitas sanitasi. Namun, jika hal ini benar, kita masih belum menentukan kapan reforestasi menjadi investasi yang lebih baik dibandingkan meningkatkan sanitasi, apa lagi meningkatkan keuntungan dari investasi kesehatan lainnya menuju titik optimalnya.   

Penelitian lain menemukan bahwa diperkirakan 42% dari beban yang diakibatkan oleh penyakit malaria secara global, termasuk setengah juta kematian tiap tahunnya, dapat dihilangkan melalui kebijakan yang fokus pada permasalahan seperti penggunaan lahan, deforestasi, pengelolaan sumber daya air, dan penempatan pemukiman. Namun penelitian ini tidak membahas potensi manfaat dari penggunaan jaring yang direndam dengan insektisida sebagai cara untuk melawan malaria, dengan tidak menghiraukan perbandingan dari kedua keuntungan investasi.

Diseluruh dunia, daerah aliran air yang menjadi sumber air dari sekitar 40% daerah perkotaan menunjukkan tingkat degradasi yang sedang dan tinggi. Sedimen dari sektor pertanian dan lainnya meningkatkan biaya pengolahan air, sementara hilangnya vegetasi alami dan degradasi tanah dapat mengubah pola aliran air. Hal ini dapat berdampak buruk pada persediaan air, sehingga meningkatkan kebutuhan untuk menyimpan air dalam wadah—misalnya drum, tangki, dan kendi air – yang dapat menjadi sarang jentik nyamuk. Apakah kita bisa menunjukkan bahwa pemulihan ekologi daerah aliran sungai dapat memberi manfaat lebih dari sekedar menjadi insektisida atau jaring nyamuk dalam upaya untuk mengurangi penyakit malaria (dan demam berdarah) di wilayah perkotaan?

Dalam semua skenario diatas, mencari cara terbaik memerlukan pengetahuan tidak hanya akan kontribusi relatif dari berbagai intervensi, tapi juga memahami hubungan yang saling melengkapi. Disaat sumber daya terbatas, para pembuat kebijakan harus memprioritaskan investasi mereka, termasuk dengan memilah apa yang dibutuhkan dan diinginkan. Untuk mencapai hal tersebut, mencari cara untuk mengidentifikasi dan memaksimalkan hubungan saling melengkapi ini adalah hal yang sangat penting.

Sekitar 2.1 miliar orang diseluruh dunia kekurangan akses terhadap persediaan air bersih di rumah, dan sebanyak dua kali lipat dari itu – yaitu 4.5 miliar orang—kekurangan sanitasi yang dikelola dengan aman, sehingga berdampak buruk pada kesehatan dan meningkatkan polusi di sungai. Dengan meningkatnya jumlah populasi di dunia – termasuk mereka yang – merasakan dampak degradasi lingkungan dan perubahan iklim secara langsung, mencari solusi yang pada saat yang sama juga memajukan kelestarian lingkungan, ketersediaan air, dan kesehatan menjadi hal yang sangat penting. Pekerja kesehatan global dan konservasi harus bekerja sama dengan lebih baik untuk mencari solusi tersebut – dan untuk meyakinkan para pembuat keputusan mengenai hal ini.         

http://prosyn.org/a5QPdGH/id;

Handpicked to read next