ocean sunrise Kim Seng/Flickr

Satu Bumi, Satu Samudera

NEW YORK – Samudera dan atmosfir terhubung dalam cara yang baru sedikit kita pahami. Layaknya saudara kandung, langit yang berada di atas serta air di sekitar kita memiliki banyak karakteristik yang sama – khususnya yang relevan akhir-akhir ini adalah perlunya perlindungan atas keduanya. Kita semua bersaudara dan berupaya mewujudkan agenda bersama untuk melindungi samudera dan atmosfir – suatu agenda yang menentukan masa depan bagi jutaan saudara kita, ayah, ibu, teman, dan tetangga serta seluruh life-form yang ada di daratan dan lautan, bagi generasi sekarang dan masa depan.

Patut disyukuri bahwa kini pemerintah negara-negara di dunia mulai paham akan tantangan yang ada dan diharapkan mampu mencapai – atau setidaknya mengalami kemajuan – penetapan dua perjanjian penting di tahun ini: traktat internasional baru mengenai perlindungan kehidupan laut di perairan internasional dan kesepakatan tentang perubahan iklim untuk melindungi atmosfir. Selaras dengan serangkaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), perjanjian-perjanjian tersebut akan menjadi rambu-rambu yang mengarahkan jalur yang harus diikuti perekonomian negara-negara dunia selama 15 tahun ke depan dan seterusnya.

Rumusan perjanjian-perjanjian ini muncul di tengah-tengah upaya luar biasa yang dilakukan negara, pemerintah daerah, perusahaan, dan penduduk  demi melindungi iklim dan lautan. Investasi pada energi terbarukan berjalan dengan sangat baik dan bahkan melebihi $250 miliar per tahun dan banyak negara mengeluarkan dana lebih besar untuk menghasilkan energi dari sumber-sumber energi hijau dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

To continue reading, please log in or enter your email address.

Registration is quick and easy and requires only your email address. If you already have an account with us, please log in. Or subscribe now for unlimited access.

required

Log in

http://prosyn.org/zvSyHS8/id;