20

Strategi Menyatukan dan Mengamankan Eropa

BRUSSELS – Fungsi – dan bahkan kelangsungan – Uni Eropa semakin dipertanyakan. Faktanya, jelas sekali urgensinya bahwa rakyat Eropa dan dunia membutuhkan UE yang solid.

Kawasan Eropa semakin tidak stabil dan tidak aman dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, krisis di dalam dan di luar perbatasan Eropa secara langsung berdampak pada jutaan warga UE.

Erdogan

Whither Turkey?

Sinan Ülgen engages the views of Carl Bildt, Dani Rodrik, Marietje Schaake, and others on the future of one of the world’s most strategically important countries in the aftermath of July’s failed coup.

Di tengah masa sulit seperti ini, UE yang kuat adalah UE yang berpikir strategis, mempunyai visi, dan bertindak bersama. Setelah pemungutan suara di Inggris yang memutuskan untuk hengkang, kita sebagai penduduk Eropa harus memikirkan ulang cara kerja Uni Eropa; namun kita tahu persis hal-hal yang harus diperbaiki. Kita tahu apa saja prinsip-prinsip, kepentingan, dan segala prioritas UE. Ketidakpastian politik tidak akan ditoleransi. UE memerlukan strategi yang mengawinkan strategi bersama dengan aksi gabungan.

Tidak ada satu pun negara anggota, apalagi bertindak sendiri, yang mampu mengatasi ancaman yang menghantui Eropa. Mereka juga tidak bisa memanfaatkan peluang ekonomi global sekarang jika sendirian. Tapi sebagai Kesatuan warga berjumlah lebih dari 500 juta jiwa, potensi Eropa tiada bandingannya.

Jaringan diplomatik kita luas dan dalam, mencakup setiap pojokan di bumi tercinta. Secara ekonomi, Eropa termasuk dalam G3 bersama Cina dan Amerika Serikat. Kita adalah mitra dagang dan investor asing terbesar bagi mayoritas negara di dunia. Bersama, negara-negara anggota UE mengucurkan dana lebih besar untuk kerja sama pembangunan dibandingkan gabungan semua negara di dunia.

Memang benar, kami disini belum mengoptimalkan potensi tersebut. Mayoritas penduduk UE paham bahwa tanggung jawab kolektif kami diperlukan demi peranan dalam hubungan internasional. Para mitra juga memiliki ekspektasi agar UE memainkan peranan utama, termasuk sebagai penyedia keamanan global.

UE hanya bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya dan menyukseskan kerja sama melalui kerja sama – bersatunya lembaga-lembaga UE dan pemerintah di masing-masing negara, di setiap tingkatan. Ini lah tujuan Strategi Eropa untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan secara Global (Global Strategy for European Foreign and Security Policy), yang baru-baru saya presentasikan di hadapan pimpinan negara-negara anggota UE, Komisi Eropa, dan Dewan Eropa.

Strategi tersebut, strategi pertama EU setelah sepuluh tahun, berfokus pada kemampuan pertahanan dan anti-terorisme, serta penciptaan lapangan kerja, inklusi sosial, dan hak-hak asasi manusia. Strategi global ini juga memuat isu tentang pembangunan perdamaian dan ketahanan negara dan komunitas di dalam dan sekitar Eropa.

UE cukup berbangga atas kecakapan soft power yang dimiliki – dan akan terus berbesar hati sebab kami yang terbaik dalam urusan ini. Namun ide bahwa Eropa adalah sepenuhnya “kekuatan sipil” juga tidak tepat untuk mendeskripsikan kenyataan yang berkembang. Misalnya, UE saat ini berpartisipasi dalam 17 operasi militer dan sipil di seluruh dunia. Di tempat-tempat seperti Afghanistan dan Kongo, Georgia dan kawasan Sahel, Moldova, Somalia, dan di kawasan Mediterania, ribuan pria dan wanita dikerahkan di bawah Eropa. Bagi Eropa di masa sekarang, soft power dan hard power berjalan beriringan.

Strategi tersebut memupuk ambisi otonomi strategis bagi UE yang vital bagi pengembangan kepentingan-kepentingan bersama rakyat UE, serta prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang ada. Meskipun demikian kami sadar bahwa seluruh prioritas tersebut bisa dipenuhi jika dilakukan bersama dan sesuai sistem internasional berlandaskan pada multilateralisme dan aturan, bukan berdasarkan masing-masing negara bertindak sebagai polisi dunia atau martir.

Itu sebabnya UE terus mempererat ikatan trans atlantik dan kerja sama dengan NATO, sementara berinteraksi dengan pemain-pemain baru dan menelaah pengaturan terbaru untuk memperkuat Strategi tersebut. UE akan berinvestasi pada lembaga-lembaga regional dan kerja sama di dalam dan antar kawasan. Kami juga akan mengusung reformasi tata kelola global demi mengatasi tantangan-tantangan abad ini.

Sembari melakukannya, kami akan terlibat secara praktis dan etis, berbagi tanggung jawab global dengan para mitra dan berkontribusi untuk penguatannya. Setelah dua dekade mengalami ketidakpastian global, kami dapat memetik pembelajaran: kelemahan negara tetangga dan mitra adalah kelemahan kami juga. Jadi kami akan beranjak dari ilusi bahwa politik luar negeri adalah zero-zum game.

Memiliki tekad seperti ini akan menguntungkan bagi semua negara anggota – dan penduduk UE. Namun tujuan yang dimuat disini hanya bisa diwujudkan melalui Eropa yang bersatu dan berkomitmen. Memadukan budaya demi mencapai tujuan dan kepentingan bersama jelas menantang, tapi hal ini juga merupakan kekuatan terbesar kita: keberagaman adalah sumber kekuatan.

Support Project Syndicate’s mission

Project Syndicate needs your help to provide readers everywhere equal access to the ideas and debates shaping their lives.

Learn more

Kepentingan kami adalah kepentingan bersama warga Eropa dan satu-satunya cara untuk memenuhinya adalah upaya bersama. Itu sebabnya semua warga UE dan negara-negara anggota mengemban tanggung jawab bersama untuk menguatkan Kesatuan di Eropa.

Rakyat Eropa memerlukan kesatuan tujuan dan tindakan di kalangan negara anggota. Dunia yang rentan menyerukan kebangkitan UE yang percaya diri dan bertanggung jawab, dipersenjatai dengan kebijakan luar negeri dan keamanan yang berorientasi outward dan forward looking. Strategi Global yang baru akan memandu kita untuk mewujudkan Uni Eropa yang betul-betul mampu memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi rakyatnya; UE yang berdiri di atas keberhasilan perdamaian selama 70 tahun; dan UE yang solid dan siap berkontribusi pada perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia.