5

Mengatasi Hambatan Pasar terhadap Antibiotik Baru

LONDON – Dari sudut pandang beberapa investor, manajemen finansial yang bijak yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan harga sahamnya adalah hal yang baik. Berdasarkan logika sederhana ini maka seharusnya kita tidak merasa prihatin akan industri obat-obatan ketika harga saham firma obat-obatan terdorong bukan karena temuan-temuan baru melainkan hasil dari manuver finansial seperti pembelian kembali saham atau taxinversion.

Tetapi industri obat-obatan berbeda dari industri lainnya. Di dalam sejarah industri ini telah menyediakan inovasi medis yang penting bagi kemampuan masyarakat untuk mengatasi penyakit sehingga secara intrinsik industri ini terikat dengan kepentingan publik. Terlebih lagi, meskipun pasien adalah konsumen, pembeli yang sesungguhnya sering kali adalah pemerintah. Bahkan di negara seperti Amerika Serikat, akun pembeli publik setidaknya berjumlah 40% dari pasar obat keras atau obat yang hanya dapat dibeli dengan resep.

 1972 Hoover Dam

Trump and the End of the West?

As the US president-elect fills his administration, the direction of American policy is coming into focus. Project Syndicate contributors interpret what’s on the horizon.

Pemerintah juga membiayai banyak penelitian yang melandasi keuntungan industri. Pemerintah AS adalah penyandang dana terbesar untuk penelitian dan pengembangan medis; secara global, pembayar pajak mendanai sepertiga pengeluaran penelitian kesehatan. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan ketika pembuatan kebijakan berkeras agar upaya industri untuk menghasilkan inovasi harus diarahkan ke bidang yang menyediakan keuntungan terbesar bagi para pembayar pajak dan pasien, dari pada ditujukan bagi keuntungan yang paling menguntungkan bagi industri dalam jangka pendek, misalnya melalui manuver finansial.

Industri obat-obatan berada dalam keadaan paling prima ketika keuntungan swasta dan keuntungan sosial saling terkait, seperti ketika obat baru yang bermanfaat menarik pangsa pasar yang besar. Namun, sayangnya, hal ini tidak selalu terjadi dan bahkan bisa berupa hasil yang tragis. Secara khusus dalam bidang pengembangan antibiotik, perbedaan antara perilaku mencari keuntungan dan upaya melindungi kepentingan publik membuat dunia menjadi rentan krisis.

Ketika antibiotik pertama kali digunakan secara umum pada tahun 1840an, kondisi yang sebelumnya berbahaya, seperti pneumonia atau luka yang terinfeksi, dmenjadi kondisi yang mudah diobati. Antibiotik menjadi landasan obat modern; tanpanya, tindakan bedah dan kemoterapi menjadi semakin berisiko.

Tetapi antibiotik kehilangan efektivitas seiring dengan berjalannya waktu. Berbeda dengan generasi peneliti sebelumnya yang dengan cepat dapat menemukan penggantinya, saat ini, dalam banyak kasus, dokter sering kali harus menggunakan pertahanan terakhirnya. Untuk berbagai infeksi – termasuk strain pneumonia, E. coli, dan gonorrhea – tidak ada cadangan untuk penggantinya.

Orang mungkin berpikir bahwa hal ini dapat menyebabkan para perusahaan obat-obatan dan para investornya bersaing untuk mengembangkan antibiotik baru. Tetapi banyak dari industri obat-obatan telah menelantarkan usaha ini. Pengembangan antibiotik yang baru adalah hal yang sulit dan mahal untuk dilakukan, dan terlebih lagi tidak terlalu menguntungkan ketika dibandingkan dengan investasi di bidang lainnya yang penting, seperti kanker dan diabetes.

Salah satu penyebab dari masalah ini adalah arti penting obat-obatan ini yang unik. Perusahaan tidak selalu dapat mendapatkan kembali investasi mereka dengan memasang harga yang tinggi bagi antibiotik yang dipatenkan. Ketika antibiotik baru ditemukan, otoritas kesehatan masyarakat memiliki alasan yang kuat untuk menjadikan temuan tersebut sebagai cadangan supaya hanya digunakan ketika seluruh pilihan yang lain telah gagal. Hasilnya, antibiotik yang baru mungkin baru digunakan secara luas setelah jangka waktu patennya telah kadaluarsa dan para investornya dipaksa untuk bersaing dengan produsen obat generik.

Pada bulan Januari, industri obat-obatan mengambil langkah besar untuk menyelesaikan masalah ini ketika lebih dari 100 perusahaan dan asosiasi dagang di lebih dari 20 negara menandatangani sebuah deklarasi yang menuntut pemerintah untuk mengadopsi model pengembangan antibiotik yang baru. Sebagai bagian dari model baru ini, para penandatangan berkomitmen pada diri mereka sendiri untuk menyediakan akses ke obat-obatan baru bagi semua orang yang membutuhkan, meningkatkan investasi Riset dan Pengembangan serta memenuhi kebutuhan kesehatan publik di seluruh dunia, dan membantu memperlambat pengembangan resistensi obat pada manusia dan hewan.

Pemerintah sebaiknya mendukung dan membantu industri untuk memenuhi sasaran ini. Salah satu caranya adalah untuk mengadopsi sebuah proposal yang Saya buat tahun lalu dan menawarkan imbalan sebesar USD 1 miliar atau lebih bagi para industri yang mengembangkan jenis antibiotik yang paling dibutuhkan. Pendekatan seperti ini dapat menyeimbangkan keuntungan komersial dengan keterjangkauan, akses global, dan konservasi, seraya menghemat dana pemerintah untuk jangka panjang.

Biaya yang dibutuhkan untuk mengisi kembali stok pipa antibiotik dengan pendekatan ini adalah sekitar USD 25 miliar untuk sepuluh tahun. Apabila biaya ini ditanggung bersama oleh negara anggota G-20 maka kemungkinan besar jumlah yang ditanggung sangat kecil, dan akan menjadi investasi yang sangat baik terutama ketika biaya yang ditimbulkan dari resistensi antibiotik saat ini telah membebani sistem perawatan kesehatan di AS saja sebesar USD 20 miliar per tahun.

Pemerintah dapat menawarkan insentif bagi Riset & Pengembangan antibiotik yang dibiayai dari aliran dana yang telah ada atau dari aliran dana baru yang inovatif dan mandiri. Salah satu pilihannya adalah akses kecil ke biaya pasar yang dapat dikumpulkan oleh pengatur obat-obatan di pasar-pasar yang besar. Sistem ini mengakui antibiotik adalah sumber daya bersama dan tidak terbarukan; berbagai produk obat-obatan dan peralatan medis, dari kemoterapi hingga penggantian sendi, bergantung padanya. Hal ini sebanding dengan pendekatan dalam sektor seperti energi, air, atau perikanan, dimana alat pengaturan digunakan untuk memastikan sumber daya dan infrastruktur bersama dikelola dan dipulihkan demi kepentingan konsumen dan produsen yang bisnisnya bergantung pada industri ini.

Fake news or real views Learn More

Dana sebesar USD 2.5 miliar per tahun hanya merupakan 0.25% dari penjualan obat-obatan di dunia – jumlah ini tidak akan membebani industri yang, sebagian besar, berada dalam keadaan keuangan yang sehat. Dan skema tersebut akan menjadi sangat menarik jika dapat diterpakan dengan landasan pay-or-play, yaitu perusahaan dapat memilih untuk berinvestasi dalam Riset & Pengembangan atau berkontribusi untuk mendanai industri yang upayanya menghasilkan obat-obatan yang diharapkan.

Ini adalah waktu untuk mengubah ide menjadi tindakan yang efektif dan menyelesaikan masalah resistensi obat. Oleh sebab itu, perusahaan dan pemerintah harus mengakui bahwa antibiotik adalah komoditas yang unik yang berbeda dari komoditas yang lain.