health care rwanda William Campbell/Corbis via Getty Images

Kunci untuk Mencapai Jaminan Kesehatan Semesta

DAR ES SALAAM – Tiga tahun telah berlalu sejak para pemimpin dunia membuat komitmen untuk salah satu tujuan paling ambisius dalam bidang kesehatan masyarakat global: mencapai jaminan kesehatan semesta pada tahun 2030. Tercapainya tujuan ini berarti setiap orang di setiap komunitas mempunyai akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau, baik untuk mencegah mereka menjadi sakit dan untuk mengobati mereka ketika sakit.

Risikonya teralu tinggi jika kita tidak dapat mencapai komitmen tersebut. Kita tidak dapat memberantas kemiskinan, melindungi masyarakat dari pandemik, meningkatkan kesetaraan gender, atau mencapai tujuan yang tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tahun 2030 tanpa mempercepat kemajuan menuju jaminan kesehatan semesta.

Untungnya, para pemimpin negara mulai mengambil langkah nyata menuju perluasan akses layanan kesehatan. Seperti yang saya, dan juga banyak orang lainnya, sadari bahwa kesuksesan bergantung pada kemampuan kita mengatasi salah satu tantangan paling signifikan dalam bidang kesehatan: pendekatan yang terlalu terfragmentasi dalam memberikan layanan kesehatan. Dibandingkan mengobati satu penyakit dalam satu waktu, kita harus menciptakan sistem yang memungkinkan kebutuhan kesehatan masyarakat yang beragam dapat diobat secara bersamaan. Setiap perempuan harus dapat berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan yang terpercaya di komunitasnya untuk menerima layanan keluarga berencana, imunisasi rutin bagi anak-anak, atau pengobatan diabetes untuk kerabat berusia senja.      

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

Get unlimited access to PS premium content, including in-depth commentaries, book reviews, exclusive interviews, On Point, the Big Picture, the PS Archive, and our annual year-ahead magazine.

Help make our reporting on global health and development issues stronger by answering a short survey.

Take Survey

http://prosyn.org/atUTFVI/id;

Handpicked to read next

  1. verhofstadt40_PAULFAITHAFPGettyImages_borisjohnsonspeakingarms Paul Faith/AFP/Getty Images

    Boris’s Big Lie

    Guy Verhofstadt

    While Boris Johnson, the likely successor to British Prime Minister Theresa May, takes his country down a path of diminished trade, the European Union is negotiating one of the largest free-trade agreements in the world. One really has to wonder what the "buccaneering" Brexiteers have to complain about.

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated cookie policy and privacy policy.