2

Ancaman Keamanan Global akibat Resistensi Antimikroba

SEATTLE – Kini kita dihadapkan dengan kenyataan suram bahwa pengobatan atau pencegahan penyakit-penyakit menular belum juga mengalami kemajuan besar semenjak keberhasilan vaksin dan terapi antimikroba. Malah tampaknya dunia dilanda kemunduran, ketika mikroba yang dahulu bisa diobati menjadi resisten terhadap terapi dan jumlah infeksi-infeksi baru yang belum ditemukan obatnya terus bertambah.

Situasi ini memunculkan ancaman global yang serius dan mendesak. Efek global dari krisis Ebola tahun 2014 di Afrika Barat atau wabah SARS tahun 2003 yang mematikan negara-negara maju seperti Singapura dan Kanada, tentu masih hangat di pikiran kita.

 1972 Hoover Dam

Trump and the End of the West?

As the US president-elect fills his administration, the direction of American policy is coming into focus. Project Syndicate contributors interpret what’s on the horizon.

Kemunculan infeksi dari resistensi antimikroba (AMR) yang sangat mematikan dan menyebar dengan cepat akan menimbulkan korban tak terhingga, belum lagi penderitaan yang tak terbayangkan. Konsekuensinya bisa serupa dengan buruknya serangan teroris berskala besar. Masyarakat akan terkucilkan, perbatasan negara terancam harus ditutup, dan perjalanan menjadi terbatas atau bahkan dihentikan sementara. Sistem kesehatan berisiko terpecah-belah atau runtuh, sama halnya dengan perekonomian.

Kemungkinan terjadinya peristiwa malapetaka semacam itu menunjukkan bahwa ancaman yang ditimbulkan dari penyakit-penyakit menular – baik itu akibat mikroba yang kebal terhadap banyak obat atau penemuan mikroba baru – adalah tantangan terbesar yang dihadapi generasi sekarang. Ini bukan sekadar risiko kesehatan masyarakat, tapi juga ancaman bagi keamanan nasional dan global. Dengan demikian, penanganannya harus dilakukan berdasarkan solusi yang komprehensif dan efektif.

Penelitian dan pengembangan untuk produksi obat-obatan atau vaksin baru biasanya memakan waktu lama, kerap kali membutuhkan lebih dari satu dasawarsa. Litbang juga berbiaya tinggi, ratusan juta dolar dikeluarkan dalam proses pembuatan satu produk. Selain itu, tidak ada jaminan itu semua akan berhasil; bahkan, setiap satu produk yang sukses, setidaknya ada sembilan kandidat potensial yang gagal.

Mengingat besarnya risiko yang dipertaruhkan, tidak mengejutkan ketika perusahaan-perusahaan farmasi bersikap sangat berhati-hati dalam menentukan investasi pada obat atau vaksin baru, dan hanya memilih investasi yang menjanjikan keuntungan finansial yang cukup untuk menutupi biaya kesuksesan atau kegagalan, serta menghasilkan return yang masuk akal

Banyak gagasan dimunculkan untuk memecahkan masalah investasi tersebut, seperti menawarkan hadiah untuk produk yang berhasil, menggagas sejumlah insentif baru untuk investasi industri, dan merancang mekanisme pendanaan yang orisinal untuk mendukung riset dalam penanggulangan penyakit-penyakit menular baru. Semuanya terpuji dan bisa berdampak, namun ide-ide itu hanya bisa menawarkan kemajuan bertahap. Perlu ada solusi yang lebih ambisius.

Setiap negara pasti siap menyalurkan sebagian PDB-nya untuk dialokasikan pada pertahanan atau keamanan nasional. Ancaman global dari infeksi penyakit menular baru atau resistensi obat harus dijadikan prioritas dalam konteks serupa, agar semua negara berkomitmen untuk mengucurkan pembiayaan, modal intelektual, dan sumber daya yang dimiliki demi mendukung penemuan, pengembangan, produksi, penyimpanan, dan distribusi yang adil untuk setiap agen antimikroba dan vaksin baru.

Tapi negara tidak akan membuat komitmen kecuali mereka sadar akan risiko yang dihadapi. Kerugian akibat penyakit-penyakit menular baru diperkirakan mencapai 60 miliar dolar AS per tahun; jika investasi dilakukan sejak dini, total kerugian tersebut dapat diminimalisasi.

Investasi yang dikeluarkan sebaiknya dikumpulkan untuk menghasilkan serangkaian produk yang ampuh melawan penyakit-penyakit menular. Banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satu yang termudah ialah pengucuran dana kepada ilmuwan di perguruan tinggi, kerja sama pengembangan produk, perusahaan biotech, dan perusahaan farmasi besar apabila terdapat peluang. Strategi ini akan memungkinkan proses-proses yang sudah berjalan bisa disertai dengan momentum baru berdasarkan ketersediaan dana-dana baru. Sayangnya, sejarah mengajarkan kita bahwa upaya ini tidak bisa melampaui kemajuan di luar tahap pengembangan saat ini.

Sebuah alternatif yang diusulkan adalah pendirian perusahaan farmasi nirlaba, mutakhir, dan bercakupan global yang disertai dengan anggaran penelitian setara dengan lima perusahaan profit terbesar dunia, dan memiliki sasaran tunggal untuk pembuatan serangkaian produk guna mengatasi masalah yang ditimbulkan penyakit-penyakit menular. Sama seperti perusahaan profit manapun, personel bagian manajemen dan ilmiah yang akan bertugas haruslah dipilih dari tim yang terbaik, sehingga perlu juga ditetapkan kompensasi yang bersaing untuk menarik mereka. Tim manajemen akan mempertanggungjawabkan kinerja mereka di hadapan dewan investor, yang terdiri atas perwakilan negara-negara yang menyediakan dana dan para ilmuwan yang menyumbangkan modal intelektualnya.

Agar konsisten dengan praktik industri, desain produk harus dibuat berdasarkan gabungan riset internal dan in-licensing atau akuisisi dengan inovasi eksternal. Infrastruktur yang memadai untuk uji-uji klinis harus disiapkan untuk mendukung riset yang dijalankan tidak hanya di negara-negara maju tapi juga di wilayah-wilayah terpencil, sebagai asal mula timbulnya sejumlah penyakit menular yang mengancam banyak negara.

Fake news or real views Learn More

Pekerjaan yang dilakukan perusahaan baru ini akan didukung oleh perjanjian-perjanjian yang disepakati antara badan-badan regulator tentang syarat-syarat pendaftaran produk baru, para pemegang HKI tentang penyampingan hak-hak royalti, serta antara pemerintah mengenai perlindungan tanggung jawab bagi perusahaan dan kompensasi bagi korban jika timbul efek samping tak terduga dari konsumsi produk baru. Komunitas internasional harus menaikkan kapasitas manufaktur yang ada, merancang jalur distribusi baru, dan menjaga kapasitas penyimpanan untuk persediaan produk-produk bukan penggunaan segera.

Jelas bahwa strategi ini adalah kerja keras berat, apalagi dengan beragam rincian yang perlu dikelola. Tapi entah bagaimana, kita harus menghapus kesangsian dan bertindak sekarang, jangan sampai kita lengah sehingga ancaman global yang urgen ini luput dari perhatian kita. Ini adalah perang yang harus kita menangkan.