A brew master brews coffee in Bangalore MANJUNATH KIRAN/AFP/Getty Images

Peningkatan Urbanisasi di India

WASHINGTON, DC – Ketika Inggris menjadi negara pertama di dunia yang mengalami urbanisasi berskala besar pada abad ke sembilan belas dan awal abad dua puluh, proses tersebut mentransformasi perekonomian dan masyarakat Inggris. Saat ini, India mengalami transformasi yang sama, hanya saja hal tersebut terjadi 100 kali lebih cepat. Pada tahun 2030, populasi urban di India akan mencapai 600 juta orang, dua kali lebih besar dari populasi Amerika.  

The Year Ahead 2018

The world’s leading thinkers and policymakers examine what’s come apart in the past year, and anticipate what will define the year ahead.

Order now

Bagi India, urbanisasi yang pesat sangat penting dalam memungkinkan negara tersebut untuk mengambil keuntungan penuh dari dividen demografinya yang mayoritas berusia muda. Dengan 12 juta orang bergabung dengan angkatan kerja setiap tahunnya, potensi dividen sangat besar. Seiring dengan terus berlangsungnya proses urbanisasi, konektivitas, kedekatan, dan keberagaman akan mempercepat difusi pengetahuan, yang memicu inovasi lebih lanjut, dan meningkatkan pertumbuhan produktivitas dan lapangan kerja. 

Meskipun urbanisasi yang pesat membawa banyak manfaat, proses ini juga menimbulkan tantangan besar, mulai dari mengatur kemacetan dan polusi hingga menjamin bahwa pertumbuhan ini inklusif dan adil. Sebagai negara yang terlambat mengalami urbanisasi, India akan mendapatkan manfaat dari inovasi teknologi – termasuk teknologi digital, energi yang lebih ramah lingkungan, inovasi materi konstruksi, dan mode baru transportasi – yang akan memungkinkan India untuk melakukan lompatan lebih dari banyak negara maju lainnya. Namun untuk mengambil manfaat dari teknologi-teknologi tersebut, diperlukan kebijakan yang efektif, yang mencakup investasi infrastruktur yang cerdas dan upaya untuk menjadikan kota-kota lebih kompetitif, khususnya di era industri modern.    

Untuk menjadikan kota-kotanya menjadi lebih kompetitif, India harus memutuskan apakah akan fokus pada spesialisasi (dimana industri terkonsentrasi di kota-kota tertentu) atau diversifikasi (dimana setiap kota akan menjadi tuan rumah bagi berbagai industri, yang kira-kira sesuai dengan rata-rata nasional). Ini bukanlah pilihan yang mudah: perdebatan mengenai pendekatan mana yang lebih baik telah berlangsung selama hampir satu abad. 

Pada tahun 1991, disaat liberalisasi ekonomi India dimulai, kota-kota di India lebih cenderung melakukan pendekatan spesialisasi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peralihan pada pendekatan diversifikasi, dimana beberapa kota besar seperti Mumbai dan Bangalore, mengalami peralihan terbesar dan tercepat dari pendekatan spesialisasi.

Spesialisasi cenderung lebih banyak terjadi di industri tradisional dibandingkan modern. Meskipun beberapa industri modern – seperti mesin akuntansi dan komputasi, radio, televisi dan peralatan komunikasi – cenderung berlokasi di daerah tertentu, sekitar tiga-perempat distrik di India dengan tingkat spesialisasi yang lebih tinggi bergantung pada industri tradisional. Dari 600 distrik di India, distrik dengan spesialisasi paling tinggi adalah Kavaratti (transportasi air), Darjiling (produk kertas), Panchkula (akuntasi perkantoran dan mesin komputasi), dan Wokha (produk kayu).

Meskipun tingkat spesialisasi di India jauh lebih tinggi dari Amerika pada awal tahun 1990an, kedua negara telah terkonvergensi. Hal ini menunjukkan bahwa, seiring dengan perkembangan teknologi, diversifikasi juga akan berkembang – sebuah tren yang akan membentuk pola urbanisasi di India.

Hal ini membawa dampak baik bagi lapangan kerja karena kota dan distrik dengan tingkat keberagaman yang tinggi cenderung mengalami pertumbuhan lapangan kerja yang juga tinggi. Kluster-kluster awal layanan modern juga telah mengalami pertumbuhan lapangan kerja yang amat sangat tinggi sejak tahun 2000.

Kabar baik lainnya adalah: peningkatan lapangan kerja tertinggi karena diversifikasi terjadi di daerah pedesaan dan juga di kalangan usaha kecil, hal ini menunjukkan urbanisasi di India dapat membawa pertumbuhan dan kesejahteraan yang inklusif. Bukti juga menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi, yang mendukung pengurangan kemiskinan, terkonsentrasi di daerah pedesaan di beberapa distrik tertentu.

Namun, India perlu meningkatkan investasi di bidang infrastruktur untuk mengambil manfaat penuh dari tren positif ini. Meskipun terjadi pelambatan pertumbuhan di sektor manufaktur – sebuah tren yang terjadi diseluruh dunia – urbanisasi terus meningkat di India, khususnya di distrik dengan akses infrastruktur yang lebih baik.

Di negara-negara berkembang, satu miliar orang kekurangan akses terhadap listrik dan jalan, dan lebih dari setengah miliar orang kekurangan akses yang bisa diandalkan terhadap air bersih. Mengatasi permasalahan ini sangat penting bagi pembangunan – tidak terkecuali di India. Akses yang lebih baik terhadap infrastruktur akan memungkinkan jutaan wirausaha, khususnya perempuan, untuk mendapatkan manfaat dari peningkatan urbanisasi di India. Kunci kesuksesan adalah dengan meningkatkan efisiensi belanja negara, serta menarik lebih banyak investasi swasta.

Tentu terdapat insentif ekonomi bagi pihak swasta untuk menaruh investasi mereka di bidang infrastruktur di negara berkembang. Apalagi mengingat bahwa negara berpendapatan tinggi, dimana banyak populasinya yang menua, seringkali mempunyai kelebihan tabungan yang bisa dialokasikan ke investasi yang memberikan keuntungan tinggi. Negara berpendapatan rendah, dengan populasi yang lebih muda dan kebutuhan infrastruktur yang besar, bisa menyediakan peluang tersebut.

Namun, kurang dari 1% dari $68 triliun dana yang dikelola oleh dana pensiun dan perusahaan asuransi jiwa yang disalurkan pada proyek infrastruktur. Dan, mengingat rendahnya risk apetite di kalangan investor, serta kecilnya skala proyek infrastruktur di kota, pemerintah perkotaan harus berjuang untuk meningkatkan jumlah dana yang disalurkan untuk investasi.

Tapi ini bukanlah hal yang tidak mungkin. Yang diperlukan adalah kepemimpinan visioner di tingkat lokal, dimana pemerintah kota mengidentifikasi proyek infrastruktur yang mendorong kewirausahaan, meningkatkan daya saing kota mereka, serta meningkatkan pembangunan daerah dengan memperkuat konektivitas desa-kota. Pemerintah kota juga harus memanfaatkan aset mereka, termasuk lahan; memobilisasi pendapatan dari pengguna lahan; dan memodifikasi peraturan keuangan dan insentif untuk meningkatkan risk appetite investor. Selain itu, diperlukan kapasitas teknis dan keuangan yang lebih besar agar lebih mudah untuk menarik dana swasta dan membangun kemitraan yang menguntungkan transformasi kota di India.  

India juga memiliki semua hal yang diperlukan untuk meningkatkan proses urbanisasi yang mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. India harus menggunakan kesempatan ini dengan bijak.

http://prosyn.org/JXWszi3/id;

Handpicked to read next