singer190_Boris Roessler - Pool Getty Images_covid vaccine Boris Roessler/Pool/Getty Images

Etika Penyusunan Prioritas Vaksinasi COVID-19

MELBOURNE – Dengan mulai didistribusikannya vaksin COVID-19, para pengambil kebijakan kini harus memikirkan cara mendistribusikan vaksin tersebut dengan cepat dan adil. Terdapat kesepakatan luas bahwa para pekerja kesehatan harus menjadi yang pertama divaksinasi karena mereka diperlukan untuk menyelamatkan nyawa orang-orang yang sakit karena virus ini. Tapi pertanyaan tentang siapa yang harus divaksinasi setelah para pekerja kesehatan sudah memunculkan cukup banyak perdebatan.      

Sebuah fakta yang relevan adalah orang-orang yang berumur lebih dari 65 tahun lebih berisiko meninggal karena COVID-19 dibandingkan orang-orang yang berusia lebih muda, dan orang-orang yang berumur lebih dari 75 tahun bahkan mempunyai risiko yang lebih tinggi lagi.

Fakta relevan yang lain adalah, di Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lain, kelompok-kelompok ras dan etnik minoritas punya angka harapan hidup yang berada di bawah rata-rata, sehingga mereka tidak terwakili di kelompok masyarakat dengan umur lebih dari 65 tahun. Jika kita memberikan prioritas pada orang yang lebih tua, maka proporsi kelompok minoritas pada kelompok usia tersebut juga akan lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat secara keseluruhan. Mengingat banyaknya masalah yang harus dihadapi oleh kelompok minoritas, prioritas seperti itu sepertinya tidak adil.   

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading and receive unfettered access to all content, subscribe now.

Subscribe

or

Unlock additional commentaries for FREE by registering.

Register

https://prosyn.org/NHp7EIiid