Skip to main content

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated Cookie policy, Privacy policy and Terms & Conditions

Born2_Zhang Peng_LightRocket via Getty Images Zhang Peng/LightRocket via Getty Images

Memecahkan Teka-teki Disinformasi

MENLO PARK, CALIFORNIA – Sejak pemilu presiden Amerika yang dilaksanakan pada bulan November 2016 menyoroti kerentanan saluran digital terhadap penyebar “berita palsu” (fake news), perdebatan mengenai cara untuk melawan disinformasi masih terus berlangsung. Banyak hal yang telah terjadi sejak para eksekutif dari Facebook, Google, dan Twitter duduk di hadapan Kongres untuk menjawab pertanyaan bagaimana sumber-sumber dari Rusia mengeksploitasi platform mereka untuk mempengaruhi pemilu. Dan dalam mencari solusi, satu hal menjadi semakin jelas, yaitu tidak adanya sebuah solusi sakti untuk permasalahan ini.          

Daripada sebuah solusi yang komprehensif, yang diperlukan adalah langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan ini dari berbagai perspektif. Ekosistem informasi modern seperti sebuah kubus rubik, dimana langkah-langkah berbeda dibutuhkan untuk “menyelesaikan” masing-masing bagian. Ketika mendiskusikan disinformasi digital, setidaknya terdapat empat dimensi yang perlu untuk dipertimbangkan.

Pertama, siapa yang menyebarkan disinformasi? Disinformasi yang disebarkan oleh aktor-aktor asing dapat diperlakukan secara berbeda – baik secara hukum maupun normatif – dibandingkan disinformasi yang disebarkan oleh warga negara, khususnya di Amerika, dengan perlindungan terhadap kebebasan berbicara yang tak tertandingi dan peraturan yang cukup ketat mengenai campur tangan asing. 

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

Get unlimited access to PS premium content, including in-depth commentaries, book reviews, exclusive interviews, On Point, the Big Picture, the PS Archive, and our annual year-ahead magazine.

https://prosyn.org/UbdEoZTid;

Handpicked to read next

  1. lhatheway7_Claudio Santistebanpicture alliance via Getty Images_ECBFedLagardePowell Claudio Santisteban/picture alliance via Getty Images

    Restoring Central Banks’ Credibility

    Larry Hatheway

    The old central-bank playbook of slashing interest rates to spur consumption, investment, and employment has become less effective since the 2008 financial crisis. Yet without effective tools and the public's confidence, central banks will be unable to rise to the occasion when the next recession arrives.

    0
  2. fischer163_action press-PoolGetty Images_natoflagsoldiers Action Press-Pool/Getty Images

    The Day After NATO

    Joschka Fischer

    French President Emmanuel Macron has drawn criticism for describing NATO as brain dead and pursuing a rapprochement with Russian President Vladimir Putin. But now that a wayward America could abandon the continent at any moment, Macron's argument for European defense autonomy is difficult to refute.

    7