berglof25_FABRICE COFFRINIAFP via Getty Images_worldheathorganizationcoronavirus Fabrice Coffrini/AFP via Getty Images

Strategi Pandemi yang Sama Globalnya dengan COVID-19

LONDON – Virus corona COVID-19 mengganggu hampir seluruh aspek kehidupan di seluruh dunia. Tentunya, pemerintah berupaya untuk melindungi warganya terlebih dahulu, termasuk dengan melakukan penutupan batas negara serta menerapkan karantina dan lockdown. Tapi, dengan melakukan hal ini, mereka sering kali tidak bisa melihat gambaran yang lebih besar. Kesalahan pengambilan kebijakan ini, jika tidak diubah, akan kembali untuk menghantui kita semua.      

Penderitaan yang disebabkan oleh COVID-19 – mulai dari kematian, rusaknya sistem imunitas, dan melemahnya ekonomi – akan memberikan dampak paling serius kepada mereka yang tidak mampu untuk membela diri mereka, baik di komunitas lokal kita dan secara global. Tapi gelombang infeksi ini kemungkinan besar hanya sebuah permulaan saja. Seiring dengan penyebaran COVID-19 ke negara-negara dengan institusi dan sistem kesehatan yang lemah, akan terdapat banyak korban jiwa dalam jangka pendek, termasuk jutaan orang rentan yang hidup di kamp-kamp pengungsian yang tidak teratur dan kekurangan sumber daya. Terlebih lagi, virus ini bisa menjadi endemi.        

Menurut Jeremy Farrar dari Wellcome Trust, Wuhan, Tiongkok – tempat virus pertama kali muncul, tapi tingkat kematian dan infeksi baru telah menurun – sedang berada di minggu ke 18-20 dari 20-22 minggu epidemi. Daerah Italia Utara mungkin saat ini berada di minggu ke 11-13, dan Inggris berada di minggu ke 8-9. Tapi negara-negara rentan di Afrika dan Amerika Selatan, berada di minggu ke 1-5 – yang merupakan tahapan awal dari siklus epidemi ini. 

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

or

Register for FREE to access two premium articles per month.

Register

https://prosyn.org/HNT4EfYid