stephens2_mattjeacockGetty Images_datasecurityrights mattjeacock/Getty Images

Dunia Usaha Harus Membela Hak-Hak Digital di Era COVID-19

LONDON – Krisis COVID-19 telah menyoroti – dan meningkatkan – ketergantungan kita pada teknologi digital karena peraturan penjarakan sosial memaksa orang-orang untuk melakukan pekerjaan, pendidikan, dan hubungan pribadi mereka secara daring. Tapi, ketika pemerintah menerapkan langkah-langkah darurat secara menyeluruh, termasuk melawan disinformasi dan melakukan penelusuran kontak terhadap orang-orang yang tertular, krisis ini juga menciptakan sebuah ancaman serius terhadap kebebasan digital.

Hampir selama satu dekade, kebebasan digital telah mengalami penurunan secara global, sebagian besar karena meluasnya pengawasan massal dan manipulasi wacana politik. Pandemi ini bisa mempercepat proses penurunan kebebasan digital karena pandemi ini memberikan pembenaran bagi pemerintah untuk memaksa perusahaan dalam wilayah hukumnya untuk mengendalikan konten dan menyerahkan data.

Tentunya, perusahaan-perusahaan teknologi memiliki peran dalam memastikan bahwa masyarakat menerima informasi yang akurat, khususnya selama “infodemi” yang terjadi saat ini. Dan penelusuran kontak yang luas, misalnya melalui aplikasi Bluetooth, mungkin bisa membantu negara-negara untuk membuka kembali perekonomian mereka dengan aman – sebuah kemungkinan yang bahkan diakui oleh beberapa pendukung setia libertarianisme.

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

or

Register for FREE to access two premium articles per month.

Register

https://prosyn.org/5mMvWRJid