Adrian Dennis/AFP/Getty Images

Kemunduran Brexit?

LONDON – Realita perekonomian mulai menyadarkan banyak warga Inggris akan palsunya harapan yang mereka miliki selama ini. Setahun yang lalu, dengan perbedaan yang tipis mayoritas warga Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa, hal ini terjadi karena mereka mempercayai janji-janji media populis, dan para politisi yang mendukung kubu yang ingin keluar dari Uni Eropa, yang mengatakan bahwa Brexit tidak akan menurunkan standar hidup mereka. Memang benar bahwa setahun setelah hal ini terjadi, Inggris berhasil mempertahankan standar hidup mereka dengan mengandalkan hutang.

Keadaan ini dapat bertahan untuk sementara waktu karena peningkatan konsumsi rumah tangga menstimulasi perekonomian. Namun perekonomian Inggris akan merasakan akibat Brexit dalam waktu dekat. Hal ini tercermin dalam laporan terakhir yang dipublikasikan oleh Bank Sentral Inggris yang memperlihatkan pertumbuhan pendapatan di Inggris tidak dapat mengikuti inflasi, sehingga pendapatan riil akan mulai mengalami penurunan.

Seiring dengan berlanjutnya tren ini dalam beberapa bulan mendatang, rumah tangga di Inggris akan segera menyadari bahwa standar hidup mereka mengalami penurunan, dan mereka harus menyesuaikan kebiasaan belanja mereka. Hal yang akan memperburuk keadaan adalah mereka juga akan menyadari bahwa mereka terlalu banyak berhutang dan harus mengurangi hutang mereka, sehingga semakin menurunkan konsumsi rumah tangga yang selama ini telah menopang perekonomian.

To continue reading, please log in or enter your email address.

To continue reading, please log in or register now. After entering your email, you'll have access to two free articles every month. For unlimited access to Project Syndicate, subscribe now.

required

By proceeding, you are agreeing to our Terms and Conditions.

Log in

http://prosyn.org/w9oIu6T/id;

Cookies and Privacy

We use cookies to improve your experience on our website. To find out more, read our updated cookie policy and privacy policy.