A smoker is engulfed by vapours Tolga Akmen/Getty Images

Menguak Kedok Perusahaan Tembakau

JENEWA – Kita semua paham akan dampak buruk tembakau, hal ini membunuh jutaan orang setiap tahunnya, dan juga merugikan banyak orang lain. Kita juga paham bahwa perusahaan tembakau dengan konsisten telah berbohong mengenai seberapa besar dampak penggunaan produk mereka.

The Year Ahead 2018

The world’s leading thinkers and policymakers examine what’s come apart in the past year, and anticipate what will define the year ahead.

Order now

Namun kini, bahkan perusahaan-perusahaan tembakau besar telah dipaksa untuk menyatakan fakta mengenai dampak produk mereka secara publik. Setelah mengalami kekalahan dalam sejumlah banding atas putusan pengadilan federal Amerika pada tahun 2006, empat perusahaan telah dipaksa untuk mengemukakan fakta dari praktik marketing yang menipu selama bertahun-tahun, dengan mempublikasikan iklan yang berisi “pernyataan korektif” di koran-koran dan televisi di Amerika. Pernyataan-pernyataan publik ini mengakui bahwa perusahaan-perusahaan – seperti Philip Morris Amerika, RJ Reynolds Tobacco, Lorillard, dan Altria – mengetahui dampak buruk yang disebabkan oleh produk mereka namun tetap menjual produk-produk tersebut.

Dan tidak hanya pengadilan yang mengambil tindakan terhadap industri tembakau. Baru-baru ini, keputusan yang diambil bank asal Perancis BNP Paribas untuk menghentikan pembiayaan dan investasi pada perusahaan-perusahaan tembakau – termasuk produsen, pedagang grosir, dan pedagang – adalah pertanda terbaru bahwa kesehatan masyarakat akhirnya mendapat prioritas dibandingkan kepentingan komersial.

Namun, kita tidak boleh terbuai dan mengira bahwa pengakuan yang akhirnya diberikan ini mencerminkan bahwa industri ini telah mengalami penyucian diri. Hal ini disebabkan oleh kombinasi tekanan dari sistem hukum Amerika, aktivis pengendalian tembakau, dan bukti yang sangat kuat mengenai pemasaran menyesatkan misalnya produk tembakau “ringan” atau “lembut”. Hal ini harus dilihat sebagai sebuah peringatan: industri ini tidak bisa dipercaya di masa lalu, dan kita tidak bisa mempercayai mereka untuk melakukan tindakan yang benar di masa depan.   

Bahkan saat ini, perusahaan-perusahaan tembakau ini memasarkan produk baru yang menurut mereka lebih tidak berbahaya – seperti alat “penghangat-bukan-pembakar”, yang menguapkan tembakau untuk memproduksi nikotin yang mengandung aerosol – dan mendanai kelompok-kelompok yang mengaku berupaya untuk mencapai dunia tanpa rokok. Kita telah melihat taktik yang sama dipergunakan, mulai dari Uruguay hingga Australia, dimana perusahaan-perusahaan tembakau meluncurkan tuntutan hukum yang mahal untuk melawan peraturan yang sah yang membatasi produk mereka yang mematikan. Meskipun mereka mengalami kekalahan dalam upaya tersebut, mereka pasti akan terus mencari cara baru untuk melawan pembatasan tembakau. 

Yang pasti, perintah pengadilan untuk mengutarakan “pernyataan korektif” di media di Amerika merupakan sebuah kemenangan bagi kebenaran. Hal ini merupakan hasil dari tuntutan hukum penting yang diajukan pada Departemen Kehakiman Amerika pada tahun 1999 mengenai Undang-undang Organisasi Penipuan dan Korup, yang sebagian kasusnya tidak terpecahkan, hingga bulan Oktober tahun 2017, setelah satu dekade proses banding dan pertikaian hukum setelah keluarnya putusan tahun 2006.  

Pernyataan-pernyataan tersebut merinci dampak mematikan bagi perokok dan perokok pasif, termasuk fakta bahwa rokok dengan kandungan tar rendah dan “ringan” sama buruknya dengan rokok biasa; bahwa rokok dan nikotin sangat adiktif; dan bahwa rokok “secara sengaja” dibuat untuk “memaksimalkan penyerapan nikotin.”

Bahkan produsen rokok mengakui bahwa produk mereka berkontribusi pada 1,200 kematian di Amerika setiap harinya. Di seluruh dunia, penggunaan tembakau membunuh lebih dari tujuh juta orang setiap tahunnya.

Cukup sudah; ini adalah saat yang penting, dimana kita harus mempertahankan momentum. Pemerintah dan organisasi kesehatan seperti kami sedang berperang dengan industri tembakau, dan kami akan terus berjuang untuk mengalahkan perusahaan-perusahaan tembakau ini.

Jika para pemimpin negara, menteri kesehatan dan keuangan berpikir sejauh apa mereka harus mengatur produk tembakau, pengakuan dari perusahaan-perusahaan tembakau, bersamaan dengan keraguan investor, telah memberikan jawabannya: sejauh mungkin. Pemerintah mempunyai kewajiban moral dan hukum untuk mengambil tindakan paling keras untuk melindungi warga negara mereka dari tembakau.

Salah satu pilihan untuk maju bagi pemerintah adalah dengan melaksanakan komitmen yang terkandung dalam Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO FCTC). WHO FCTC memberikan panduan mengenai isu seperti pajak, kesadaran masyarakat dan pendidikan, serta peringatan di kemasan. Hal-hal ini telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa pada satu dekade terakhir, serta menghemat miliaran dolar biaya kesehatan.  

Namun lebih banyak tindakan yang bisa dilakukan, oleh karena itu kami menyerukan pemerintah di seluruh dunia untuk memperkuat pelaksanaan WHO FCTC dengan mempercepat kebijakan pengendalian tembakau “MPOWER” – yang merupakan upaya yang bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan WHO FCTC di tingkat nasional. Secara bersamaan, kerangka-kerangka ini adalah pertahanan terkuat negara terhadap industri tembakau.

Selain itu, pemerintah juga harus mendukung Protokol Penghilangan Perdagangan Terlarang Produk Tembakau, yang bertujuan untuk mencegah perdagangan terlarang seperti penyelundupan. 33 negara dan Uni Eropa telah menandatangani protokol ini, namun masih dibutuhkan dukungan dari tujuh negara lagi sebelum protokol ini bisa dilaksanakan. 

Dan pada akhirnya, menyambut Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai Penyakit Tidak Menular PBB di tahun 2018, para pemimpin dunia harus bersiap untuk menunjukkan komitmen mereka untuk melindungi masyarakat dari penyakit jantung dan paru-paru, kanker, dan diabetes dengan mendukung pengendalian tembakau yang kuat.

Dengan pengakuannya baru-baru ini, perusahaan-perusahaan tembakau besar telah dipaksan untuk menunjukkan siapa mereka yang sebenarnya. Dengan rasa enggan, perusahaan-perusahaan ini telah menyerukan agar kita menolak produk mereka. Kami rasa ini adalah saat yang tepat untuk melakukan hal tersebut.                       

http://prosyn.org/BfIX1W1/id;

Handpicked to read next