ang8_ANGELA WEISSAFP via Getty Images_joe biden Angela Weiss/AFP via Getty Images

Dapatkah Amerika Memimpin Kembali?

ANN ARBOR – Pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi memberi harapan bahwa pemerintahannya akan “membuat AS memimpin lagi.” Jika AS mengubah rivalitas dengan Tiongkok menjadi persaingan yang membangun, maka ini adalah jalan yang benar. Tapi apakah Biden bisa mengembalikan dan mempertahankan kepemimpinan global AS tergantung  pada seberapa efektif dia memulihkan keretakan-keretakan dalam negeri dan mengatasi kekhawatiran yang mendalam tentang globalisasi yang dimiliki oleh berbagai kelompok masyarakat AS.        

Biden berulang kali berjanji mengembalikan reputasi dan posisi AS di hadapan dunia, yang rusak parah di bawah kepemimpinan Donald Trump. Untuk mencapai hal itu, dia akan segera bergabung kembali ke dalam lembaga-lembaga multilateral (seperti Organisasi Kesehatan Dunia/WHO) dan perjanjian internasional (mulai dari kesepakatan iklim Paris) yang ditinggalkan AS di bawah kepemimpinan Trump.

Janji-janji ini menunjukkan visi kembalinya AS ke tampuk kepemimpinan orde internasional yang liberal, posisi yang membuat AS lebih efektif dalam bersaing – dan bekerja sama – dengan Tiongkok. Tapi ada tanda-tanda yang menunjukkan banyak warga AS yang tidak ingin negaranya memimpin kembali.

We hope you're enjoying Project Syndicate.

To continue reading, subscribe now.

Subscribe

or

Register for FREE to access two premium articles per month.

Register

https://prosyn.org/cXLl17Tid